Pages - Menu

Thursday, 22 January 2026

Kumpulan Soal UTBK Bahasa Indonesia Terbaru 2026: Literasi Tinggi, Isu Aktual, dan Pembahasan Lengkap

 


SOAL 1

 

 

Manfaat Minum Air Putih bagi Kesehatan Ginjal dan Cara Minum yang Benar

 

Air putih merupakan kebutuhan utama tubuh manusia. Sekitar 60 persen tubuh manusia terdiri atas air, sehingga kekurangan cairan dapat berdampak serius terhadap kesehatan, terutama pada organ ginjal. Ginjal berperan penting dalam menyaring darah, membuang zat sisa metabolisme, serta menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh.

Minum air putih yang cukup dapat membantu ginjal bekerja secara optimal. Asupan cairan yang memadai akan melancarkan proses penyaringan darah dan mencegah penumpukan racun di dalam tubuh. Selain itu, minum air putih secara rutin dapat mengurangi risiko terbentuknya batu ginjal. Batu ginjal sering terjadi akibat kurangnya cairan sehingga mineral dan garam dalam urine mengendap dan membentuk kristal.

Manfaat lain dari minum air putih adalah membantu mencegah infeksi saluran kemih. Dengan cukup minum, urine akan lebih sering keluar sehingga bakteri yang berpotensi menyebabkan infeksi dapat terbuang bersama urine. Air putih juga membantu menjaga tekanan darah tetap stabil, yang secara tidak langsung berperan dalam menjaga kesehatan ginjal.

Agar manfaat minum air putih dapat dirasakan secara maksimal, diperlukan cara minum yang benar. Pertama, biasakan minum air secara teratur sepanjang hari, bukan hanya ketika merasa haus. Rasa haus merupakan tanda awal tubuh mengalami kekurangan cairan. Kedua, minumlah air sedikit demi sedikit, bukan dalam jumlah banyak sekaligus. Cara ini membantu tubuh menyerap cairan dengan lebih efektif dan tidak membebani kerja ginjal.

Selain itu, disarankan untuk memulai hari dengan minum satu hingga dua gelas air putih setelah bangun tidur. Kebiasaan ini membantu mengaktifkan fungsi ginjal setelah tubuh beristirahat semalaman. Mengurangi konsumsi minuman manis, berkafein, dan beralkohol juga penting karena jenis minuman tersebut dapat memicu dehidrasi jika dikonsumsi berlebihan.

Dengan membiasakan minum air putih yang cukup dan dengan cara yang benar, kesehatan ginjal dapat terjaga dengan baik. Ginjal yang sehat akan mendukung fungsi tubuh secara keseluruhan, sehingga aktivitas sehari-hari dapat dilakukan dengan lebih optimal.

 

 

Hubungan antarkalimat pada paragraf kedua ditandai oleh keterkaitan sebab–akibat. Pilihan manakah yang paling tepat menjelaskan hubungan tersebut?

 

A.    Pilihan ini menjelaskan hubungan antarkalimat secara logis karena kalimat sebelumnya menerangkan sebab, kemudian kalimat berikutnya menunjukkan akibat, sehingga ide utama berkembang runtut, saling terikat, tidak meloncat, dan memperkuat koherensi serta kohesi paragraf secara menyeluruh dengan pemilihan konjungsi tepat konsisten kontekstual.

B.     Pilihan ini menunjukkan hubungan antarkalimat lemah sebab gagasan pertama tidak berkaitan dengan kalimat selanjutnya, urutan ide terputus, konjungsi keliru digunakan, referensi kabur, sehingga paragraf terasa meloncat, tidak padu, dan kohesi koherensi gagal terbentuk dengan baik akibat penjelasan tidak konsisten kontekstual.

C.     Pilihan ini menunjukkan hubungan antarkalimat lemah sebab gagasan pertama tidak berkaitan dengan kalimat selanjutnya, urutan ide terputus, konjungsi keliru digunakan, referensi kabur, sehingga paragraf terasa meloncat, tidak padu, dan kohesi koherensi gagal terbentuk dengan baik akibat penjelasan tidak konsisten kontekstual.

D.    Pilihan ini menunjukkan hubungan antarkalimat lemah sebab gagasan pertama tidak berkaitan dengan kalimat selanjutnya, urutan ide terputus, konjungsi keliru digunakan, referensi kabur, sehingga paragraf terasa meloncat, tidak padu, dan kohesi koherensi gagal terbentuk dengan baik akibat penjelasan tidak konsisten kontekstual.

E.     Pilihan ini menunjukkan hubungan antarkalimat lemah sebab gagasan pertama tidak berkaitan dengan kalimat selanjutnya, urutan ide terputus, konjungsi keliru digunakan, referensi kabur, sehingga paragraf terasa meloncat, tidak padu, dan kohesi koherensi gagal terbentuk dengan baik akibat penjelasan tidak konsisten kontekstual.

Kunci Jawaban: A

 

 

SOAL 2

 

Hubungan antarkalimat pada paragraf penutup memperlihatkan penegasan simpulan. Pilihan manakah yang paling tepat?

 

A.    Pilihan ini menunjukkan hubungan antarkalimat lemah sebab gagasan pertama tidak berkaitan dengan kalimat selanjutnya, urutan ide terputus, konjungsi keliru digunakan, referensi kabur, sehingga paragraf terasa meloncat, tidak padu, dan kohesi koherensi gagal terbentuk dengan baik akibat penjelasan tidak konsisten kontekstual.

B.     Pilihan ini menunjukkan hubungan antarkalimat lemah sebab gagasan pertama tidak berkaitan dengan kalimat selanjutnya, urutan ide terputus, konjungsi keliru digunakan, referensi kabur, sehingga paragraf terasa meloncat, tidak padu, dan kohesi koherensi gagal terbentuk dengan baik akibat penjelasan tidak konsisten kontekstual.

C.     Pilihan ini menjelaskan hubungan antarkalimat secara logis karena kalimat sebelumnya menerangkan sebab, kemudian kalimat berikutnya menunjukkan akibat, sehingga ide utama berkembang runtut, saling terikat, tidak meloncat, dan memperkuat koherensi serta kohesi paragraf secara menyeluruh dengan pemilihan konjungsi tepat konsisten kontekstual.

D.    Pilihan ini menunjukkan hubungan antarkalimat lemah sebab gagasan pertama tidak berkaitan dengan kalimat selanjutnya, urutan ide terputus, konjungsi keliru digunakan, referensi kabur, sehingga paragraf terasa meloncat, tidak padu, dan kohesi koherensi gagal terbentuk dengan baik akibat penjelasan tidak konsisten kontekstual.

E.     Pilihan ini menunjukkan hubungan antarkalimat lemah sebab gagasan pertama tidak berkaitan dengan kalimat selanjutnya, urutan ide terputus, konjungsi keliru digunakan, referensi kabur, sehingga paragraf terasa meloncat, tidak padu, dan kohesi koherensi gagal terbentuk dengan baik akibat penjelasan tidak konsisten kontekstual.

Kunci Jawaban: C

 

 

SOAL NOMOR 3

 

Akses Medsos Pelajar Jakarta Mulai Uji Coba Januari 2026

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan mulai melakukan uji coba pembatasan akses media sosial bagi pelajar pada Januari 2026. Kebijakan ini bertujuan untuk melindungi peserta didik dari dampak negatif penggunaan media sosial yang berlebihan, terutama terhadap kesehatan mental, perilaku, dan keselamatan siswa di lingkungan sekolah.

Rencana uji coba ini muncul sebagai respons atas meningkatnya kekhawatiran terhadap paparan konten berbahaya di media sosial yang dapat memicu perilaku berisiko di kalangan pelajar. Pemerintah daerah menilai perlu adanya langkah preventif agar sekolah menjadi ruang belajar yang aman, sehat, dan kondusif bagi perkembangan karakter peserta didik.

Pembatasan akses media sosial nantinya difokuskan pada jam belajar di sekolah, dengan pengawasan yang melibatkan pihak sekolah, orang tua, serta pemangku kepentingan terkait. Mekanisme teknis masih dalam tahap perumusan, namun kebijakan ini direncanakan mencakup berbagai jenjang pendidikan di Jakarta.

Dukungan terhadap kebijakan tersebut juga datang dari DPRD DKI Jakarta, meskipun disertai catatan agar pembatasan dilakukan secara proporsional dan tidak menghambat kreativitas serta hak siswa dalam mengakses informasi edukatif.

Secara nasional, kebijakan ini sejalan dengan upaya pemerintah pusat melalui regulasi perlindungan anak di ruang digital yang akan diberlakukan mulai 2026, termasuk penguatan verifikasi usia dan pengawasan akun media sosial anak.

 

 

Bacalah teks secara cermat kemudian tentukan pesan tertulis utama yang ingin disampaikan penulis kepada pembaca dengan mempertimbangkan tujuan kebijakan, alasan penerapan, pihak pendukung, serta dampaknya bagi pelajar, sekolah, orang tua, dan ruang digital pendidikan nasional Indonesia masa depan bersama kritis.

 

A.    Pemerintah daerah berupaya melarang total penggunaan internet oleh siswa Jakarta sepanjang hari sekolah karena dianggap berbahaya, tanpa mempertimbangkan peran orang tua, kreativitas peserta didik, kebutuhan informasi akademik, serta koordinasi kebijakan nasional terkait perlindungan anak digital Indonesia masa depan bersama demokratis.

B.     Pesan utama teks menekankan dukungan politik DPRD terhadap inovasi teknologi sekolah, dengan fokus utama peningkatan infrastruktur digital, perluasan akses media sosial edukatif, dan kebebasan penuh siswa menggunakan gawai selama jam pembelajaran berlangsung tanpa batasan pengawasan orang tua guru sekolah nasional.

C.     Kebijakan pembatasan media sosial dimaksudkan melindungi pelajar dari dampak negatif digital dengan pengawasan kolaboratif sekolah dan orang tua, sekaligus memastikan ruang belajar aman tanpa meniadakan hak informasi edukatif, kreativitas siswa, serta kesiapan regulasi nasional perlindungan anak Indonesia berkelanjutan adil bijak.

D.    Teks bertujuan mengkritik lemahnya peran sekolah dalam mengawasi perilaku daring siswa, sekaligus menyalahkan orang tua sepenuhnya atas masalah kesehatan mental, tanpa menawarkan solusi kebijakan preventif atau kerja sama pemangku kepentingan terkait pendidikan digital nasional berkelanjutan adil aman bagi generasi muda.

E.     Penulis ingin menyampaikan bahwa pembatasan media sosial hanya bersifat simbolis, tidak berdampak nyata bagi keselamatan siswa, serta bertentangan dengan regulasi nasional, sehingga kebijakan uji coba Januari dua ribu dua puluh enam dianggap tidak relevan pendidikan digital anak Indonesia masa depan.

Kunci Jawaban: C

 

SOAL NOMOR 4

 

 

 

Isu Kesehatan Mental Anak Muda di Tengah Kompetisi Global

Isu kesehatan mental anak muda semakin mengemuka seiring meningkatnya kompetisi global di berbagai bidang, terutama pendidikan dan dunia kerja. Globalisasi membuka banyak peluang, tetapi sekaligus menghadirkan tekanan yang tidak ringan. Anak muda dituntut untuk berprestasi, adaptif, menguasai teknologi, serta mampu bersaing secara internasional. Tuntutan tersebut sering kali tidak diimbangi dengan kesiapan mental dan dukungan psikologis yang memadai.

Berbagai laporan lembaga kesehatan menunjukkan meningkatnya kasus kecemasan, stres, dan depresi pada generasi muda. Tekanan akademik, persaingan masuk perguruan tinggi, ketidakpastian lapangan kerja, serta ekspektasi sosial dari lingkungan dan media sosial menjadi faktor utama. Media sosial, misalnya, kerap menampilkan standar kesuksesan yang tidak realistis sehingga memicu perasaan rendah diri dan kelelahan mental.

Kondisi ini diperparah oleh masih rendahnya literasi kesehatan mental. Banyak anak muda enggan mencari bantuan karena stigma, kurangnya akses layanan konseling, atau anggapan bahwa masalah mental adalah tanda kelemahan. Padahal, kesehatan mental merupakan bagian penting dari kualitas sumber daya manusia.

Oleh karena itu, diperlukan peran aktif sekolah, keluarga, dan negara dalam menciptakan lingkungan yang lebih suportif. Pendidikan kesehatan mental, layanan konseling yang mudah diakses, serta budaya kompetisi yang sehat menjadi langkah nyata untuk melindungi generasi muda agar mampu bersaing secara global tanpa mengorbankan kesehatan mental mereka.

 

Pesan tersirat yang paling tepat dari teks tersebut adalah …

A.    Masalah kesehatan mental anak muda sepenuhnya disebabkan oleh media sosial, sehingga solusi utama yang perlu dilakukan adalah membatasi penggunaan teknologi digital secara ketat agar generasi muda tidak terpapar standar kesuksesan yang berlebihan dan cenderung menimbulkan kecemasan berkepanjangan.

B.     Persaingan global sebaiknya dihentikan karena hanya membawa dampak negatif bagi kesehatan mental anak muda dan tidak memberikan manfaat berarti, terutama dalam bidang pendidikan dan dunia kerja yang justru memperparah tekanan psikologis generasi produktif masa kini.

C.     Anak muda harus belajar menghadapi tekanan sendiri tanpa bergantung pada sekolah, keluarga, atau negara, sebab kesehatan mental merupakan urusan pribadi yang tidak memerlukan intervensi sistem pendidikan maupun kebijakan publik yang berkelanjutan dan terstruktur.

D.    Kompetisi global memang tidak dapat dihindari, namun tanpa kesadaran dan dukungan terhadap kesehatan mental, anak muda berisiko mengalami tekanan psikologis serius, sehingga keberhasilan akademik dan profesional seharusnya diimbangi dengan sistem pendukung yang manusiawi dan berorientasi kesejahteraan jangka panjang.

E.     Peningkatan kasus kesehatan mental pada anak muda adalah hal wajar dan tidak perlu ditanggapi serius, karena tekanan akademik dan kompetisi global merupakan proses alami yang akan membentuk karakter kuat tanpa memerlukan dukungan konseling atau edukasi kesehatan mental.

 

Kunci Jawaban: D

 

 

SOAL NOMOR 5

 

Viral Curhat Guru Honorer Soal Gaji yang Menuai Perhatian Publik di Media Sosial

Media sosial kembali menjadi ruang pengaduan publik setelah sebuah unggahan berisi curhat guru honorer mengenai rendahnya gaji viral dan menyita perhatian netizen. Dalam unggahan tersebut, sang guru menceritakan realitas hidupnya yang harus bertahan dengan penghasilan jauh di bawah upah minimum, meski telah mengabdi bertahun-tahun di dunia pendidikan. Unggahan ini tersebar luas di berbagai platform seperti X, Instagram, dan TikTok, serta memicu gelombang empati dan diskusi publik yang terasa banget di ruang digital.

Fenomena ini sejatinya bukan hal baru. Persoalan kesejahteraan guru honorer telah lama menjadi isu struktural dalam sistem pendidikan Indonesia. Banyak guru honorer menerima gaji bulanan yang tidak sebanding dengan beban kerja dan tanggung jawab profesional yang mereka emban. Bahkan, dalam berbagai laporan media, tidak sedikit guru honorer yang hanya menerima ratusan ribu rupiah per bulan, tanpa jaminan sosial yang memadai, kondisi yang kayaknya sulit dibenarkan secara moral.

Respons publik terhadap curhat viral tersebut sangat beragam. Mayoritas warganet menyuarakan dukungan moral dan mendesak pemerintah agar segera mengambil langkah konkret. Tagar solidaritas untuk guru honorer kembali menggema, menandakan bahwa isu ini menyentuh nurani masyarakat luas. Di sisi lain, unggahan tersebut juga memantik diskusi kritis mengenai kebijakan rekrutmen, pengangkatan ASN, serta keberlanjutan program pendidikan nasional yang ramai dibicarakan nih.

Sejumlah pejabat dan pemangku kebijakan pendidikan turut merespons fenomena ini dengan pernyataan di media. Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus melakukan penataan guru honorer melalui berbagai skema, termasuk seleksi ASN PPPK dan perbaikan tata kelola pendidikan. Namun, publik menilai bahwa respons tersebut perlu dibuktikan dengan kebijakan yang lebih cepat, adil, dan berpihak pada kesejahteraan guru.

Viralnya curhat guru honorer ini menjadi pengingat bahwa di balik ruang kelas dan prestasi siswa, terdapat pendidik yang masih berjuang untuk hidup layak. Media sosial sekali lagi berfungsi sebagai cermin realitas sosial yang menuntut perhatian dan keberpihakan nyata dari negara.

 

 

Manakah kalimat berikut yang menggunakan kata nonformal sehingga kurang tepat digunakan dalam teks berita serius tentang kebijakan pendidikan?

 

A.    Diskusi publik mengenai kesejahteraan guru honorer berkembang di media sosial dan memunculkan empati kolektif yang mendorong evaluasi kebijakan pendidikan nasional secara kritis, sistematis, dan berbasis data demi keadilan profesional pendidik di Indonesia kontemporer berkelanjutan inklusif akuntabel transparan terukur manusiawi berkeadaban.

B.     Respons pemerintah terhadap isu guru honorer disampaikan melalui pernyataan resmi yang menekankan komitmen penataan sistem pendidikan nasional dengan pendekatan kebijakan terstruktur, berkeadilan, berkelanjutan, serta mempertimbangkan aspek sosial, ekonomi, dan profesionalisme tenaga pendidik secara nasional dan regional objektif rasional terukur.

C.     Fenomena curhat guru honorer di ruang digital mencerminkan persoalan struktural pendidikan nasional yang memerlukan analisis kebijakan komprehensif, berbasis data empiris, serta keberpihakan negara terhadap kesejahteraan pendidik demi keberlanjutan mutu pembelajaran jangka panjang nasional sistemik terintegrasi konsisten.

D.    Media sosial berfungsi sebagai kanal aspirasi publik yang mempertemukan pengalaman personal pendidik dengan perhatian masyarakat luas, sehingga memperkuat tuntutan kebijakan pendidikan yang adil, transparan, dan berorientasi pada perlindungan profesi guru honorer di Indonesia demokratis partisipatif beretika.

E.     Unggahan viral tersebut terasa banget menyentuh hati warganet karena menggambarkan realitas pahit guru honorer yang harus bertahan hidup dengan gaji minim, kondisi yang akhirnya memicu solidaritas digital luas dan diskusi kebijakan publik pendidikan nasional yang ramai dibicarakan masyarakat luas.

 

 

Kunci Jawaban: E

 

 

SOAL NOMOR 6

 

Viral Curhat Guru Honorer Soal Gaji yang Menuai Perhatian Publik di Media Sosial

Media sosial kembali menjadi ruang pengaduan publik setelah sebuah unggahan berisi curhat guru honorer mengenai rendahnya gaji viral dan menyita perhatian netizen. Dalam unggahan tersebut, sang guru menceritakan realitas hidupnya yang harus bertahan dengan penghasilan jauh di bawah upah minimum, meski telah mengabdi bertahun-tahun di dunia pendidikan. Unggahan ini tersebar luas di berbagai platform seperti X, Instagram, dan TikTok, serta memicu gelombang empati dan diskusi publik yang terasa banget di ruang digital.

Fenomena ini sejatinya bukan hal baru. Persoalan kesejahteraan guru honorer telah lama menjadi isu struktural dalam sistem pendidikan Indonesia. Banyak guru honorer menerima gaji bulanan yang tidak sebanding dengan beban kerja dan tanggung jawab profesional yang mereka emban. Bahkan, dalam berbagai laporan media, tidak sedikit guru honorer yang hanya menerima ratusan ribu rupiah per bulan, tanpa jaminan sosial yang memadai, kondisi yang kayaknya sulit dibenarkan secara moral.

Respons publik terhadap curhat viral tersebut sangat beragam. Mayoritas warganet menyuarakan dukungan moral dan mendesak pemerintah agar segera mengambil langkah konkret. Tagar solidaritas untuk guru honorer kembali menggema, menandakan bahwa isu ini menyentuh nurani masyarakat luas. Di sisi lain, unggahan tersebut juga memantik diskusi kritis mengenai kebijakan rekrutmen, pengangkatan ASN, serta keberlanjutan program pendidikan nasional yang ramai dibicarakan nih.

Sejumlah pejabat dan pemangku kebijakan pendidikan turut merespons fenomena ini dengan pernyataan di media. Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus melakukan penataan guru honorer melalui berbagai skema, termasuk seleksi ASN PPPK dan perbaikan tata kelola pendidikan. Namun, publik menilai bahwa respons tersebut perlu dibuktikan dengan kebijakan yang lebih cepat, adil, dan berpihak pada kesejahteraan guru.

Viralnya curhat guru honorer ini menjadi pengingat bahwa di balik ruang kelas dan prestasi siswa, terdapat pendidik yang masih berjuang untuk hidup layak. Media sosial sekali lagi berfungsi sebagai cermin realitas sosial yang menuntut perhatian dan keberpihakan nyata dari negara.

 

 

Kalimat manakah yang tidak sesuai kaidah kebahasaan formal karena penggunaan diksi nonformal dalam konteks wacana kebijakan publik?

A.    Isu kesejahteraan guru honorer telah lama menjadi perhatian publik dan menunjukkan adanya ketimpangan struktural dalam sistem pendidikan nasional yang memerlukan intervensi kebijakan strategis, berkeadilan, serta berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia berkelanjutan nasional jangka panjang terukur konsisten.

B.     Banyak guru honorer menerima penghasilan di bawah standar kelayakan hidup, sehingga menimbulkan pertanyaan etis dan moral mengenai tanggung jawab negara dalam menjamin kesejahteraan pendidik sebagai pilar utama pembangunan pendidikan nasional yang bermartabat inklusif berkeadilan sosial berkelanjutan manusiawi.

C.     Kondisi yang dialami guru honorer kayaknya sulit diterima akal sehat karena beban kerja profesional tidak sebanding dengan penghasilan, sehingga wajar apabila masyarakat digital menunjukkan empati, kritik kebijakan, dan desakan perubahan sistem pendidikan secara terbuka di ruang publik daring.

D.    Perhatian masyarakat terhadap isu guru honorer menunjukkan meningkatnya kesadaran kolektif akan pentingnya kebijakan pendidikan yang berpihak pada keadilan sosial dan keberlangsungan profesi pendidik dalam mendukung mutu pembelajaran nasional yang berkelanjutan berbasis nilai kemanusiaan dan profesionalisme.

E.     Pernyataan pejabat pendidikan menegaskan komitmen pemerintah dalam melakukan reformasi tata kelola guru melalui mekanisme seleksi ASN dan PPPK secara transparan, objektif, serta berorientasi pada pemenuhan hak dan kesejahteraan pendidik di seluruh wilayah Indonesia secara bertahap terukur akuntabel.

Kunci Jawaban: C

 

 

SOAL NOMOR 7

 

Viral Curhat Guru Honorer Soal Gaji yang Menuai Perhatian Publik di Media Sosial

Media sosial kembali menjadi ruang pengaduan publik setelah sebuah unggahan berisi curhat guru honorer mengenai rendahnya gaji viral dan menyita perhatian netizen. Dalam unggahan tersebut, sang guru menceritakan realitas hidupnya yang harus bertahan dengan penghasilan jauh di bawah upah minimum, meski telah mengabdi bertahun-tahun di dunia pendidikan. Unggahan ini tersebar luas di berbagai platform seperti X, Instagram, dan TikTok, serta memicu gelombang empati dan diskusi publik yang terasa banget di ruang digital.

Fenomena ini sejatinya bukan hal baru. Persoalan kesejahteraan guru honorer telah lama menjadi isu struktural dalam sistem pendidikan Indonesia. Banyak guru honorer menerima gaji bulanan yang tidak sebanding dengan beban kerja dan tanggung jawab profesional yang mereka emban. Bahkan, dalam berbagai laporan media, tidak sedikit guru honorer yang hanya menerima ratusan ribu rupiah per bulan, tanpa jaminan sosial yang memadai, kondisi yang kayaknya sulit dibenarkan secara moral.

Respons publik terhadap curhat viral tersebut sangat beragam. Mayoritas warganet menyuarakan dukungan moral dan mendesak pemerintah agar segera mengambil langkah konkret. Tagar solidaritas untuk guru honorer kembali menggema, menandakan bahwa isu ini menyentuh nurani masyarakat luas. Di sisi lain, unggahan tersebut juga memantik diskusi kritis mengenai kebijakan rekrutmen, pengangkatan ASN, serta keberlanjutan program pendidikan nasional yang ramai dibicarakan nih.

Sejumlah pejabat dan pemangku kebijakan pendidikan turut merespons fenomena ini dengan pernyataan di media. Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus melakukan penataan guru honorer melalui berbagai skema, termasuk seleksi ASN PPPK dan perbaikan tata kelola pendidikan. Namun, publik menilai bahwa respons tersebut perlu dibuktikan dengan kebijakan yang lebih cepat, adil, dan berpihak pada kesejahteraan guru.

Viralnya curhat guru honorer ini menjadi pengingat bahwa di balik ruang kelas dan prestasi siswa, terdapat pendidik yang masih berjuang untuk hidup layak. Media sosial sekali lagi berfungsi sebagai cermin realitas sosial yang menuntut perhatian dan keberpihakan nyata dari negara.

 

 

Dalam konteks penulisan teks editorial, kalimat manakah yang perlu direvisi karena mengandung unsur bahasa nonformal?

A.    Isu ini ramai dibicarakan nih karena menyentuh realitas sehari-hari guru honorer yang berjuang hidup layak, sehingga memunculkan tekanan publik agar pemerintah segera mengambil kebijakan cepat, adil, dan manusiawi demi masa depan pendidikan nasional yang lebih bermartabat dan berkeadilan sosial.

B.     Viralnya curhat guru honorer mencerminkan kegagalan kebijakan jangka panjang dalam menjamin kesejahteraan pendidik, sehingga diperlukan langkah korektif berbasis data, evaluasi menyeluruh, dan keberpihakan nyata negara terhadap profesi guru sebagai garda terdepan pendidikan nasional berkelanjutan bermartabat.

C.     Media sosial berperan sebagai ruang artikulasi aspirasi publik yang memungkinkan isu kesejahteraan guru honorer memperoleh perhatian luas, sekaligus menjadi instrumen kontrol sosial terhadap kebijakan pendidikan yang dinilai belum sepenuhnya adil dan berpihak pada pendidik profesional nasional sistemik transparan.

D.    Tanggapan publik terhadap isu guru honorer menunjukkan adanya harapan kolektif agar reformasi pendidikan tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga memperhatikan kesejahteraan pendidik sebagai fondasi keberhasilan pembelajaran nasional berkelanjutan jangka panjang inklusif berorientasi nilai kemanusiaan.

E.     Kebijakan penataan guru honorer memerlukan konsistensi implementasi, pengawasan ketat, serta evaluasi berkelanjutan agar tujuan peningkatan kualitas pendidikan nasional dapat tercapai secara adil, transparan, dan berorientasi pada perlindungan profesi pendidik di seluruh wilayah Indonesia.

Kunci Jawaban: A

 

 


 

SOAL NOMOR 8

 

Perbandingan Gaji Guru Honorer dan Sopir MBG yang Jadi Perbincangan Publik

Perbincangan tentang perbandingan gaji guru honorer dan sopir program Makan Bergizi Gratis (MBG) belakangan ini menjadi sorotan publik. Isu ini mencuat setelah banyak guru honorer mengungkapkan kondisi ekonomi mereka yang masih jauh dari kata sejahtera, meskipun telah mengabdi bertahun-tahun di dunia pendidikan. Perbandingan tersebut memantik diskusi luas tentang keadilan pengupahan dan prioritas kebijakan negara.

Di berbagai daerah di Indonesia, gaji guru honorer masih sangat bervariasi. Banyak guru honorer menerima honor di bawah upah minimum daerah, bahkan ada yang hanya memperoleh ratusan ribu rupiah per bulan. Kondisi ini terjadi karena status mereka yang tidak diangkat sebagai aparatur sipil negara, sehingga bergantung pada kemampuan sekolah atau pemerintah daerah. Meski pemerintah telah memberikan insentif tambahan, jumlahnya dinilai belum cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup layak, terutama di tengah meningkatnya biaya hidup.

Di sisi lain, sopir MBG—yang bertugas mendistribusikan makanan bergizi ke sekolah-sekolah—diketahui menerima upah harian yang jika dikalkulasikan secara bulanan bisa mencapai jutaan rupiah. Secara nominal, penghasilan ini lebih tinggi dibandingkan honor banyak guru honorer. Fakta inilah yang kemudian memicu perasaan tidak adil di kalangan tenaga pendidik, mengingat beban kerja guru yang tidak hanya mengajar, tetapi juga mendidik, membimbing, dan membentuk karakter peserta didik.

Perbandingan ini bukan untuk merendahkan profesi tertentu, melainkan menyoroti ketimpangan kesejahteraan dalam sektor pendidikan. Guru honorer memiliki peran strategis dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, namun belum mendapatkan penghargaan yang sepadan secara ekonomi. Isu ini menjadi pengingat bahwa peningkatan kualitas pendidikan tidak bisa dilepaskan dari kesejahteraan guru.

Perdebatan yang muncul di ruang publik diharapkan dapat menjadi dorongan bagi pemangku kebijakan untuk meninjau ulang sistem pengupahan guru honorer agar lebih adil dan manusiawi, sejalan dengan peran besar yang mereka emban bagi masa depan bangsa.

 

 

Cermati teks di atas dengan saksama. Tentukan pilihan jawaban yang memiliki pola kalimat sama dengan kalimat “Perbandingan ini bukan untuk merendahkan profesi tertentu, melainkan menyoroti ketimpangan kesejahteraan dalam sektor pendidikan.” Jawablah secara cermat berdasarkan struktur dan hubungan antarklausa kalimat.

 

 

A.    Pernyataan tersebut bukan bertujuan menyalahkan kebijakan tertentu, melainkan mengajak masyarakat memahami persoalan secara menyeluruh agar muncul kesadaran kolektif tentang pentingnya keadilan sosial, ekonomi, dan kemanusiaan dalam pembangunan nasional yang berkelanjutan dan berpihak pada rakyat kecil.

B.     Kondisi guru honorer menunjukkan ketimpangan penghasilan yang terjadi akibat kebijakan struktural, sehingga menimbulkan keresahan sosial yang meluas dan mendorong tuntutan perubahan sistem pengupahan demi kesejahteraan tenaga pendidik secara adil dan merata di seluruh wilayah Indonesia.

C.     Isu ini tidak dimaksudkan untuk membandingkan nilai profesi, tetapi menegaskan pentingnya penataan ulang kebijakan penggajian agar selaras dengan tanggung jawab pekerjaan serta peran strategis tenaga pendidik dalam mencerdaskan generasi bangsa masa depan.

D.    Banyak pihak menilai kesejahteraan guru honorer harus ditingkatkan karena mereka memiliki peran penting dalam pendidikan, sementara ketimpangan penghasilan yang terjadi saat ini justru memperlemah motivasi kerja serta kualitas pembelajaran di sekolah.

E.     Perdebatan publik berkembang luas ketika masyarakat menyoroti perbedaan pendapatan antara guru honorer dan sopir MBG, yang kemudian memunculkan tuntutan evaluasi kebijakan agar pengelolaan anggaran negara lebih adil dan mencerminkan keberpihakan terhadap sektor pendidikan.

 

 

Kunci Jawaban

C

 

 

SOAL NOMOR 9

 

Perbandingan Gaji Guru Honorer dan Sopir MBG yang Jadi Perbincangan Publik

Perbincangan tentang perbandingan gaji guru honorer dan sopir program Makan Bergizi Gratis (MBG) belakangan ini menjadi sorotan publik. Isu ini mencuat setelah banyak guru honorer mengungkapkan kondisi ekonomi mereka yang masih jauh dari kata sejahtera, meskipun telah mengabdi bertahun-tahun di dunia pendidikan. Perbandingan tersebut memantik diskusi luas tentang keadilan pengupahan dan prioritas kebijakan negara.

Di berbagai daerah di Indonesia, gaji guru honorer masih sangat bervariasi. Banyak guru honorer menerima honor di bawah upah minimum daerah, bahkan ada yang hanya memperoleh ratusan ribu rupiah per bulan. Kondisi ini terjadi karena status mereka yang tidak diangkat sebagai aparatur sipil negara, sehingga bergantung pada kemampuan sekolah atau pemerintah daerah. Meski pemerintah telah memberikan insentif tambahan, jumlahnya dinilai belum cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup layak, terutama di tengah meningkatnya biaya hidup.

Di sisi lain, sopir MBG—yang bertugas mendistribusikan makanan bergizi ke sekolah-sekolah—diketahui menerima upah harian yang jika dikalkulasikan secara bulanan bisa mencapai jutaan rupiah. Secara nominal, penghasilan ini lebih tinggi dibandingkan honor banyak guru honorer. Fakta inilah yang kemudian memicu perasaan tidak adil di kalangan tenaga pendidik, mengingat beban kerja guru yang tidak hanya mengajar, tetapi juga mendidik, membimbing, dan membentuk karakter peserta didik.

Perbandingan ini bukan untuk merendahkan profesi tertentu, melainkan menyoroti ketimpangan kesejahteraan dalam sektor pendidikan. Guru honorer memiliki peran strategis dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, namun belum mendapatkan penghargaan yang sepadan secara ekonomi. Isu ini menjadi pengingat bahwa peningkatan kualitas pendidikan tidak bisa dilepaskan dari kesejahteraan guru.

Perdebatan yang muncul di ruang publik diharapkan dapat menjadi dorongan bagi pemangku kebijakan untuk meninjau ulang sistem pengupahan guru honorer agar lebih adil dan manusiawi, sejalan dengan peran besar yang mereka emban bagi masa depan bangsa.

 

 

 

Bacalah kutipan teks tersebut dengan cermat, kemudian tentukan pilihan jawaban yang menunjukkan penggunaan konjungsi paling tepat sehingga hubungan antarkalimat menjadi koheren, logis, dan selaras dengan gagasan utama mengenai perbandingan kesejahteraan guru honorer dan sopir MBG.

 

 

 

 

 

 

A.    Namun, meskipun sopir MBG memperoleh upah lebih tinggi, guru honorer tetap memikul tanggung jawab pendidikan jangka panjang, sehingga ketimpangan ini menimbulkan kritik publik terhadap kebijakan pengupahan yang dinilai belum berpihak pada keadilan sosial dan profesi pendidik.

B.     Karena sopir MBG menerima gaji lebih besar, lalu guru honorer tetap mengajar dengan dedikasi tinggi, kemudian masyarakat menilai perbedaan tersebut sebagai hal biasa, sehingga tidak diperlukan evaluasi kebijakan pengupahan dalam sektor pendidikan nasional.

C.     Dan sopir MBG memperoleh upah harian cukup besar, lalu guru honorer mengabdi bertahun-tahun, tetapi karena itu perdebatan muncul, sehingga masyarakat menuntut perhatian pemerintah tanpa mempertimbangkan perbedaan tanggung jawab masing-masing profesi secara proporsional.

D.    Sementara guru honorer menerima honor rendah, sopir MBG mendapatkan penghasilan layak; oleh karena itu, perbandingan ini memicu diskusi publik tentang keadilan, sebab peran guru dianggap strategis dalam mencerdaskan bangsa dan seharusnya diimbangi kesejahteraan memadai.

E.     Jika guru honorer digaji rendah dan sopir MBG digaji tinggi, maka perbandingan tersebut tidak relevan, walaupun keduanya bekerja di sektor berbeda, sehingga pembahasan ketimpangan kesejahteraan dianggap berlebihan oleh sebagian masyarakat luas.


Kunci Jawaban:

D

 

SOAL NOMOR 10

 

Perbandingan Gaji Guru Honorer dan Sopir MBG yang Jadi Perbincangan Publik

Perbincangan tentang perbandingan gaji guru honorer dan sopir program Makan Bergizi Gratis (MBG) belakangan ini menjadi sorotan publik. Isu ini mencuat setelah banyak guru honorer mengungkapkan kondisi ekonomi mereka yang masih jauh dari kata sejahtera, meskipun telah mengabdi bertahun-tahun di dunia pendidikan. Perbandingan tersebut memantik diskusi luas tentang keadilan pengupahan dan prioritas kebijakan negara.

Di berbagai daerah di Indonesia, gaji guru honorer masih sangat bervariasi. Banyak guru honorer menerima honor di bawah upah minimum daerah, bahkan ada yang hanya memperoleh ratusan ribu rupiah per bulan. Kondisi ini terjadi karena status mereka yang tidak diangkat sebagai aparatur sipil negara, sehingga bergantung pada kemampuan sekolah atau pemerintah daerah. Meski pemerintah telah memberikan insentif tambahan, jumlahnya dinilai belum cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup layak, terutama di tengah meningkatnya biaya hidup.

Di sisi lain, sopir MBG—yang bertugas mendistribusikan makanan bergizi ke sekolah-sekolah—diketahui menerima upah harian yang jika dikalkulasikan secara bulanan bisa mencapai jutaan rupiah. Secara nominal, penghasilan ini lebih tinggi dibandingkan honor banyak guru honorer. Fakta inilah yang kemudian memicu perasaan tidak adil di kalangan tenaga pendidik, mengingat beban kerja guru yang tidak hanya mengajar, tetapi juga mendidik, membimbing, dan membentuk karakter peserta didik.

Perbandingan ini bukan untuk merendahkan profesi tertentu, melainkan menyoroti ketimpangan kesejahteraan dalam sektor pendidikan. Guru honorer memiliki peran strategis dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, namun belum mendapatkan penghargaan yang sepadan secara ekonomi. Isu ini menjadi pengingat bahwa peningkatan kualitas pendidikan tidak bisa dilepaskan dari kesejahteraan guru.

Perdebatan yang muncul di ruang publik diharapkan dapat menjadi dorongan bagi pemangku kebijakan untuk meninjau ulang sistem pengupahan guru honorer agar lebih adil dan manusiawi, sejalan dengan peran besar yang mereka emban bagi masa depan bangsa.

 

 

 

Makna istilah ketimpangan kesejahteraan dalam teks tersebut adalah …

A.    Situasi meningkatnya pendapatan pada sektor pekerjaan tertentu akibat kebijakan pemerintah baru, sementara sektor lain mengalami stagnasi ekonomi, namun tetap dapat bertahan hidup meskipun belum mencapai standar kesejahteraan yang merata di seluruh lapisan masyarakat.

B.     Keadaan ketika semua pekerja memperoleh penghasilan yang sama tanpa mempertimbangkan tingkat tanggung jawab, risiko pekerjaan, serta peran sosialnya, sehingga berpotensi menurunkan motivasi kerja dan kualitas pelayanan publik dalam jangka panjang.

C.     Kondisi ketika perbedaan penghasilan dan jaminan hidup antara kelompok pekerja terjadi sangat mencolok, sehingga menimbulkan rasa ketidakadilan sosial, khususnya antara profesi yang memiliki kontribusi besar tetapi tidak memperoleh kesejahteraan ekonomi yang layak.

D.    Fenomena persaingan antarprofesi dalam memperoleh perhatian pemerintah, di mana setiap kelompok pekerja berusaha memperjuangkan kepentingannya sendiri melalui opini publik tanpa mempertimbangkan keterbatasan anggaran negara yang tersedia saat ini.

E.     Kondisi perbedaan jenis pekerjaan yang memiliki tugas dan fungsi berlainan, sehingga wajar jika terdapat variasi penghasilan, selama perbedaan tersebut masih dapat diterima secara sosial dan tidak menimbulkan konflik di masyarakat luas.


Kunci Jawaban:

C

 

 

 

Beradasar soal di atas, buatlah judul yang seo friendly!

 

No comments:

Post a Comment