SOAL 1
Manfaat Minum Air
Putih bagi Kesehatan Ginjal dan Cara Minum yang Benar
Air putih merupakan
kebutuhan utama tubuh manusia. Sekitar 60 persen tubuh manusia terdiri atas
air, sehingga kekurangan cairan dapat berdampak serius terhadap kesehatan,
terutama pada organ ginjal. Ginjal berperan penting dalam menyaring darah,
membuang zat sisa metabolisme, serta menjaga keseimbangan cairan dan elektrolit
dalam tubuh.
Minum air putih yang
cukup dapat membantu ginjal bekerja secara optimal. Asupan cairan yang memadai
akan melancarkan proses penyaringan darah dan mencegah penumpukan racun di
dalam tubuh. Selain itu, minum air putih secara rutin dapat mengurangi risiko terbentuknya
batu ginjal. Batu ginjal sering terjadi akibat kurangnya cairan sehingga
mineral dan garam dalam urine mengendap dan membentuk kristal.
Manfaat lain dari
minum air putih adalah membantu mencegah infeksi saluran kemih. Dengan cukup
minum, urine akan lebih sering keluar sehingga bakteri yang berpotensi
menyebabkan infeksi dapat terbuang bersama urine. Air putih juga membantu
menjaga tekanan darah tetap stabil, yang secara tidak langsung berperan dalam
menjaga kesehatan ginjal.
Agar manfaat minum
air putih dapat dirasakan secara maksimal, diperlukan cara minum yang benar.
Pertama, biasakan minum air secara teratur sepanjang hari, bukan hanya ketika
merasa haus. Rasa haus merupakan tanda awal tubuh mengalami kekurangan cairan.
Kedua, minumlah air sedikit demi sedikit, bukan dalam jumlah banyak sekaligus.
Cara ini membantu tubuh menyerap cairan dengan lebih efektif dan tidak
membebani kerja ginjal.
Selain itu,
disarankan untuk memulai hari dengan minum satu hingga dua gelas air putih
setelah bangun tidur. Kebiasaan ini membantu mengaktifkan fungsi ginjal setelah
tubuh beristirahat semalaman. Mengurangi konsumsi minuman manis, berkafein, dan
beralkohol juga penting karena jenis minuman tersebut dapat memicu dehidrasi
jika dikonsumsi berlebihan.
Dengan membiasakan
minum air putih yang cukup dan dengan cara yang benar, kesehatan ginjal dapat
terjaga dengan baik. Ginjal yang sehat akan mendukung fungsi tubuh secara
keseluruhan, sehingga aktivitas sehari-hari dapat dilakukan dengan lebih
optimal.
Hubungan antarkalimat pada paragraf kedua
ditandai oleh keterkaitan sebab–akibat. Pilihan manakah yang paling tepat
menjelaskan hubungan tersebut?
A.
Pilihan
ini menjelaskan hubungan antarkalimat secara logis karena kalimat sebelumnya
menerangkan sebab, kemudian kalimat berikutnya menunjukkan akibat, sehingga ide
utama berkembang runtut, saling terikat, tidak meloncat, dan memperkuat
koherensi serta kohesi paragraf secara menyeluruh dengan pemilihan konjungsi
tepat konsisten kontekstual.
B.
Pilihan ini
menunjukkan hubungan antarkalimat lemah sebab gagasan pertama tidak berkaitan
dengan kalimat selanjutnya, urutan ide terputus, konjungsi keliru digunakan,
referensi kabur, sehingga paragraf terasa meloncat, tidak padu, dan kohesi
koherensi gagal terbentuk dengan baik akibat penjelasan tidak konsisten
kontekstual.
C.
Pilihan ini
menunjukkan hubungan antarkalimat lemah sebab gagasan pertama tidak berkaitan
dengan kalimat selanjutnya, urutan ide terputus, konjungsi keliru digunakan,
referensi kabur, sehingga paragraf terasa meloncat, tidak padu, dan kohesi
koherensi gagal terbentuk dengan baik akibat penjelasan tidak konsisten
kontekstual.
D.
Pilihan ini
menunjukkan hubungan antarkalimat lemah sebab gagasan pertama tidak berkaitan
dengan kalimat selanjutnya, urutan ide terputus, konjungsi keliru digunakan,
referensi kabur, sehingga paragraf terasa meloncat, tidak padu, dan kohesi
koherensi gagal terbentuk dengan baik akibat penjelasan tidak konsisten
kontekstual.
E.
Pilihan ini
menunjukkan hubungan antarkalimat lemah sebab gagasan pertama tidak berkaitan
dengan kalimat selanjutnya, urutan ide terputus, konjungsi keliru digunakan,
referensi kabur, sehingga paragraf terasa meloncat, tidak padu, dan kohesi
koherensi gagal terbentuk dengan baik akibat penjelasan tidak konsisten
kontekstual.
Kunci Jawaban: A
SOAL 2
Hubungan antarkalimat
pada paragraf penutup memperlihatkan penegasan simpulan. Pilihan manakah yang paling
tepat?
A.
Pilihan ini
menunjukkan hubungan antarkalimat lemah sebab gagasan pertama tidak berkaitan
dengan kalimat selanjutnya, urutan ide terputus, konjungsi keliru digunakan,
referensi kabur, sehingga paragraf terasa meloncat, tidak padu, dan kohesi
koherensi gagal terbentuk dengan baik akibat penjelasan tidak konsisten
kontekstual.
B.
Pilihan ini
menunjukkan hubungan antarkalimat lemah sebab gagasan pertama tidak berkaitan
dengan kalimat selanjutnya, urutan ide terputus, konjungsi keliru digunakan,
referensi kabur, sehingga paragraf terasa meloncat, tidak padu, dan kohesi
koherensi gagal terbentuk dengan baik akibat penjelasan tidak konsisten
kontekstual.
C.
Pilihan ini
menjelaskan hubungan antarkalimat secara logis karena kalimat sebelumnya
menerangkan sebab, kemudian kalimat berikutnya menunjukkan akibat, sehingga ide
utama berkembang runtut, saling terikat, tidak meloncat, dan memperkuat
koherensi serta kohesi paragraf secara menyeluruh dengan pemilihan konjungsi
tepat konsisten kontekstual.
D.
Pilihan ini
menunjukkan hubungan antarkalimat lemah sebab gagasan pertama tidak berkaitan
dengan kalimat selanjutnya, urutan ide terputus, konjungsi keliru digunakan,
referensi kabur, sehingga paragraf terasa meloncat, tidak padu, dan kohesi
koherensi gagal terbentuk dengan baik akibat penjelasan tidak konsisten
kontekstual.
E.
Pilihan ini
menunjukkan hubungan antarkalimat lemah sebab gagasan pertama tidak berkaitan
dengan kalimat selanjutnya, urutan ide terputus, konjungsi keliru digunakan,
referensi kabur, sehingga paragraf terasa meloncat, tidak padu, dan kohesi
koherensi gagal terbentuk dengan baik akibat penjelasan tidak konsisten
kontekstual.
Kunci Jawaban: C
SOAL NOMOR 3
Akses Medsos Pelajar
Jakarta Mulai Uji Coba Januari 2026
Pemerintah Provinsi
DKI Jakarta akan mulai melakukan uji coba pembatasan akses media sosial bagi
pelajar pada Januari 2026. Kebijakan ini bertujuan untuk melindungi peserta
didik dari dampak negatif penggunaan media sosial yang berlebihan, terutama
terhadap kesehatan mental, perilaku, dan keselamatan siswa di lingkungan
sekolah.
Rencana uji coba ini
muncul sebagai respons atas meningkatnya kekhawatiran terhadap paparan konten
berbahaya di media sosial yang dapat memicu perilaku berisiko di kalangan
pelajar. Pemerintah daerah menilai perlu adanya langkah preventif agar sekolah
menjadi ruang belajar yang aman, sehat, dan kondusif bagi perkembangan karakter
peserta didik.
Pembatasan akses
media sosial nantinya difokuskan pada jam belajar di sekolah, dengan pengawasan
yang melibatkan pihak sekolah, orang tua, serta pemangku kepentingan terkait.
Mekanisme teknis masih dalam tahap perumusan, namun kebijakan ini direncanakan
mencakup berbagai jenjang pendidikan di Jakarta.
Dukungan terhadap
kebijakan tersebut juga datang dari DPRD DKI Jakarta, meskipun disertai catatan
agar pembatasan dilakukan secara proporsional dan tidak menghambat kreativitas
serta hak siswa dalam mengakses informasi edukatif.
Secara nasional,
kebijakan ini sejalan dengan upaya pemerintah pusat melalui regulasi
perlindungan anak di ruang digital yang akan diberlakukan mulai 2026, termasuk
penguatan verifikasi usia dan pengawasan akun media sosial anak.
Bacalah teks secara
cermat kemudian tentukan pesan tertulis utama yang ingin disampaikan penulis
kepada pembaca dengan mempertimbangkan tujuan kebijakan, alasan penerapan,
pihak pendukung, serta dampaknya bagi pelajar, sekolah, orang tua, dan ruang
digital pendidikan nasional Indonesia masa depan bersama kritis.
A.
Pemerintah daerah
berupaya melarang total penggunaan internet oleh siswa Jakarta sepanjang hari
sekolah karena dianggap berbahaya, tanpa mempertimbangkan peran orang tua,
kreativitas peserta didik, kebutuhan informasi akademik, serta koordinasi
kebijakan nasional terkait perlindungan anak digital Indonesia masa depan
bersama demokratis.
B.
Pesan utama teks
menekankan dukungan politik DPRD terhadap inovasi teknologi sekolah, dengan
fokus utama peningkatan infrastruktur digital, perluasan akses media sosial
edukatif, dan kebebasan penuh siswa menggunakan gawai selama jam pembelajaran
berlangsung tanpa batasan pengawasan orang tua guru sekolah nasional.
C.
Kebijakan pembatasan
media sosial dimaksudkan melindungi pelajar dari dampak negatif digital dengan
pengawasan kolaboratif sekolah dan orang tua, sekaligus memastikan ruang
belajar aman tanpa meniadakan hak informasi edukatif, kreativitas siswa, serta
kesiapan regulasi nasional perlindungan anak Indonesia berkelanjutan adil
bijak.
D.
Teks bertujuan
mengkritik lemahnya peran sekolah dalam mengawasi perilaku daring siswa,
sekaligus menyalahkan orang tua sepenuhnya atas masalah kesehatan mental, tanpa
menawarkan solusi kebijakan preventif atau kerja sama pemangku kepentingan
terkait pendidikan digital nasional berkelanjutan adil aman bagi generasi muda.
E.
Penulis ingin
menyampaikan bahwa pembatasan media sosial hanya bersifat simbolis, tidak
berdampak nyata bagi keselamatan siswa, serta bertentangan dengan regulasi
nasional, sehingga kebijakan uji coba Januari dua ribu dua puluh enam dianggap
tidak relevan pendidikan digital anak Indonesia masa depan.
Kunci Jawaban: C
SOAL NOMOR 4
Isu Kesehatan Mental
Anak Muda di Tengah Kompetisi Global
Isu kesehatan mental
anak muda semakin mengemuka seiring meningkatnya kompetisi global di berbagai
bidang, terutama pendidikan dan dunia kerja. Globalisasi membuka banyak
peluang, tetapi sekaligus menghadirkan tekanan yang tidak ringan. Anak muda
dituntut untuk berprestasi, adaptif, menguasai teknologi, serta mampu bersaing
secara internasional. Tuntutan tersebut sering kali tidak diimbangi dengan
kesiapan mental dan dukungan psikologis yang memadai.
Berbagai laporan
lembaga kesehatan menunjukkan meningkatnya kasus kecemasan, stres, dan depresi
pada generasi muda. Tekanan akademik, persaingan masuk perguruan tinggi,
ketidakpastian lapangan kerja, serta ekspektasi sosial dari lingkungan dan
media sosial menjadi faktor utama. Media sosial, misalnya, kerap menampilkan
standar kesuksesan yang tidak realistis sehingga memicu perasaan rendah diri
dan kelelahan mental.
Kondisi ini
diperparah oleh masih rendahnya literasi kesehatan mental. Banyak anak muda
enggan mencari bantuan karena stigma, kurangnya akses layanan konseling, atau
anggapan bahwa masalah mental adalah tanda kelemahan. Padahal, kesehatan mental
merupakan bagian penting dari kualitas sumber daya manusia.
Oleh karena itu,
diperlukan peran aktif sekolah, keluarga, dan negara dalam menciptakan
lingkungan yang lebih suportif. Pendidikan kesehatan mental, layanan konseling
yang mudah diakses, serta budaya kompetisi yang sehat menjadi langkah nyata
untuk melindungi generasi muda agar mampu bersaing secara global tanpa
mengorbankan kesehatan mental mereka.
Pesan tersirat yang
paling tepat dari teks tersebut adalah …
A.
Masalah kesehatan
mental anak muda sepenuhnya disebabkan oleh media sosial, sehingga solusi utama
yang perlu dilakukan adalah membatasi penggunaan teknologi digital secara ketat
agar generasi muda tidak terpapar standar kesuksesan yang berlebihan dan cenderung
menimbulkan kecemasan berkepanjangan.
B.
Persaingan global
sebaiknya dihentikan karena hanya membawa dampak negatif bagi kesehatan mental
anak muda dan tidak memberikan manfaat berarti, terutama dalam bidang
pendidikan dan dunia kerja yang justru memperparah tekanan psikologis generasi
produktif masa kini.
C.
Anak muda harus
belajar menghadapi tekanan sendiri tanpa bergantung pada sekolah, keluarga,
atau negara, sebab kesehatan mental merupakan urusan pribadi yang tidak
memerlukan intervensi sistem pendidikan maupun kebijakan publik yang
berkelanjutan dan terstruktur.
D.
Kompetisi global
memang tidak dapat dihindari, namun tanpa kesadaran dan dukungan terhadap
kesehatan mental, anak muda berisiko mengalami tekanan psikologis serius,
sehingga keberhasilan akademik dan profesional seharusnya diimbangi dengan
sistem pendukung yang manusiawi dan berorientasi kesejahteraan jangka panjang.
E.
Peningkatan kasus
kesehatan mental pada anak muda adalah hal wajar dan tidak perlu ditanggapi
serius, karena tekanan akademik dan kompetisi global merupakan proses alami
yang akan membentuk karakter kuat tanpa memerlukan dukungan konseling atau
edukasi kesehatan mental.
Kunci Jawaban: ✅ D
SOAL NOMOR 5
Viral Curhat Guru
Honorer Soal Gaji yang Menuai Perhatian Publik di Media Sosial
Media sosial kembali
menjadi ruang pengaduan publik setelah sebuah unggahan berisi curhat guru
honorer mengenai rendahnya gaji viral dan menyita perhatian netizen. Dalam
unggahan tersebut, sang guru menceritakan realitas hidupnya yang harus bertahan
dengan penghasilan jauh di bawah upah minimum, meski telah mengabdi
bertahun-tahun di dunia pendidikan. Unggahan ini tersebar luas di berbagai
platform seperti X, Instagram, dan TikTok, serta memicu gelombang empati dan
diskusi publik yang terasa banget di ruang digital.
Fenomena ini
sejatinya bukan hal baru. Persoalan kesejahteraan guru honorer telah lama
menjadi isu struktural dalam sistem pendidikan Indonesia. Banyak guru honorer
menerima gaji bulanan yang tidak sebanding dengan beban kerja dan tanggung
jawab profesional yang mereka emban. Bahkan, dalam berbagai laporan media,
tidak sedikit guru honorer yang hanya menerima ratusan ribu rupiah per bulan,
tanpa jaminan sosial yang memadai, kondisi yang kayaknya sulit dibenarkan
secara moral.
Respons publik
terhadap curhat viral tersebut sangat beragam. Mayoritas warganet menyuarakan
dukungan moral dan mendesak pemerintah agar segera mengambil langkah konkret.
Tagar solidaritas untuk guru honorer kembali menggema, menandakan bahwa isu ini
menyentuh nurani masyarakat luas. Di sisi lain, unggahan tersebut juga memantik
diskusi kritis mengenai kebijakan rekrutmen, pengangkatan ASN, serta
keberlanjutan program pendidikan nasional yang ramai dibicarakan nih.
Sejumlah pejabat dan
pemangku kebijakan pendidikan turut merespons fenomena ini dengan pernyataan di
media. Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus melakukan penataan guru
honorer melalui berbagai skema, termasuk seleksi ASN PPPK dan perbaikan tata
kelola pendidikan. Namun, publik menilai bahwa respons tersebut perlu
dibuktikan dengan kebijakan yang lebih cepat, adil, dan berpihak pada
kesejahteraan guru.
Viralnya curhat guru
honorer ini menjadi pengingat bahwa di balik ruang kelas dan prestasi siswa,
terdapat pendidik yang masih berjuang untuk hidup layak. Media sosial sekali
lagi berfungsi sebagai cermin realitas sosial yang menuntut perhatian dan keberpihakan
nyata dari negara.
Manakah kalimat
berikut yang menggunakan kata nonformal sehingga kurang tepat digunakan dalam
teks berita serius tentang kebijakan pendidikan?
A.
Diskusi publik
mengenai kesejahteraan guru honorer berkembang di media sosial dan memunculkan
empati kolektif yang mendorong evaluasi kebijakan pendidikan nasional secara
kritis, sistematis, dan berbasis data demi keadilan profesional pendidik di
Indonesia kontemporer berkelanjutan inklusif akuntabel transparan terukur
manusiawi berkeadaban.
B.
Respons pemerintah
terhadap isu guru honorer disampaikan melalui pernyataan resmi yang menekankan
komitmen penataan sistem pendidikan nasional dengan pendekatan kebijakan
terstruktur, berkeadilan, berkelanjutan, serta mempertimbangkan aspek sosial,
ekonomi, dan profesionalisme tenaga pendidik secara nasional dan regional
objektif rasional terukur.
C.
Fenomena curhat guru
honorer di ruang digital mencerminkan persoalan struktural pendidikan nasional
yang memerlukan analisis kebijakan komprehensif, berbasis data empiris, serta
keberpihakan negara terhadap kesejahteraan pendidik demi keberlanjutan mutu pembelajaran
jangka panjang nasional sistemik terintegrasi konsisten.
D.
Media sosial
berfungsi sebagai kanal aspirasi publik yang mempertemukan pengalaman personal
pendidik dengan perhatian masyarakat luas, sehingga memperkuat tuntutan
kebijakan pendidikan yang adil, transparan, dan berorientasi pada perlindungan
profesi guru honorer di Indonesia demokratis partisipatif beretika.
E.
Unggahan viral
tersebut terasa banget menyentuh hati warganet karena menggambarkan realitas
pahit guru honorer yang harus bertahan hidup dengan gaji minim, kondisi yang
akhirnya memicu solidaritas digital luas dan diskusi kebijakan publik
pendidikan nasional yang ramai dibicarakan masyarakat luas.
Kunci Jawaban: E
SOAL NOMOR 6
Viral Curhat Guru
Honorer Soal Gaji yang Menuai Perhatian Publik di Media Sosial
Media sosial kembali
menjadi ruang pengaduan publik setelah sebuah unggahan berisi curhat guru
honorer mengenai rendahnya gaji viral dan menyita perhatian netizen. Dalam
unggahan tersebut, sang guru menceritakan realitas hidupnya yang harus bertahan
dengan penghasilan jauh di bawah upah minimum, meski telah mengabdi
bertahun-tahun di dunia pendidikan. Unggahan ini tersebar luas di berbagai
platform seperti X, Instagram, dan TikTok, serta memicu gelombang empati dan
diskusi publik yang terasa banget di ruang digital.
Fenomena ini
sejatinya bukan hal baru. Persoalan kesejahteraan guru honorer telah lama
menjadi isu struktural dalam sistem pendidikan Indonesia. Banyak guru honorer
menerima gaji bulanan yang tidak sebanding dengan beban kerja dan tanggung
jawab profesional yang mereka emban. Bahkan, dalam berbagai laporan media,
tidak sedikit guru honorer yang hanya menerima ratusan ribu rupiah per bulan,
tanpa jaminan sosial yang memadai, kondisi yang kayaknya sulit dibenarkan
secara moral.
Respons publik
terhadap curhat viral tersebut sangat beragam. Mayoritas warganet menyuarakan
dukungan moral dan mendesak pemerintah agar segera mengambil langkah konkret.
Tagar solidaritas untuk guru honorer kembali menggema, menandakan bahwa isu ini
menyentuh nurani masyarakat luas. Di sisi lain, unggahan tersebut juga memantik
diskusi kritis mengenai kebijakan rekrutmen, pengangkatan ASN, serta
keberlanjutan program pendidikan nasional yang ramai dibicarakan nih.
Sejumlah pejabat dan
pemangku kebijakan pendidikan turut merespons fenomena ini dengan pernyataan di
media. Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus melakukan penataan guru
honorer melalui berbagai skema, termasuk seleksi ASN PPPK dan perbaikan tata
kelola pendidikan. Namun, publik menilai bahwa respons tersebut perlu
dibuktikan dengan kebijakan yang lebih cepat, adil, dan berpihak pada
kesejahteraan guru.
Viralnya curhat guru
honorer ini menjadi pengingat bahwa di balik ruang kelas dan prestasi siswa,
terdapat pendidik yang masih berjuang untuk hidup layak. Media sosial sekali
lagi berfungsi sebagai cermin realitas sosial yang menuntut perhatian dan keberpihakan
nyata dari negara.
Kalimat manakah yang tidak
sesuai kaidah kebahasaan formal karena penggunaan diksi nonformal dalam konteks
wacana kebijakan publik?
A.
Isu kesejahteraan
guru honorer telah lama menjadi perhatian publik dan menunjukkan adanya
ketimpangan struktural dalam sistem pendidikan nasional yang memerlukan
intervensi kebijakan strategis, berkeadilan, serta berorientasi pada
peningkatan kualitas sumber daya manusia berkelanjutan nasional jangka panjang
terukur konsisten.
B.
Banyak guru honorer
menerima penghasilan di bawah standar kelayakan hidup, sehingga menimbulkan
pertanyaan etis dan moral mengenai tanggung jawab negara dalam menjamin
kesejahteraan pendidik sebagai pilar utama pembangunan pendidikan nasional yang
bermartabat inklusif berkeadilan sosial berkelanjutan manusiawi.
C.
Kondisi yang dialami
guru honorer kayaknya sulit diterima akal sehat karena beban kerja profesional
tidak sebanding dengan penghasilan, sehingga wajar apabila masyarakat digital
menunjukkan empati, kritik kebijakan, dan desakan perubahan sistem pendidikan
secara terbuka di ruang publik daring.
D.
Perhatian masyarakat
terhadap isu guru honorer menunjukkan meningkatnya kesadaran kolektif akan
pentingnya kebijakan pendidikan yang berpihak pada keadilan sosial dan
keberlangsungan profesi pendidik dalam mendukung mutu pembelajaran nasional
yang berkelanjutan berbasis nilai kemanusiaan dan profesionalisme.
E.
Pernyataan pejabat
pendidikan menegaskan komitmen pemerintah dalam melakukan reformasi tata kelola
guru melalui mekanisme seleksi ASN dan PPPK secara transparan, objektif, serta
berorientasi pada pemenuhan hak dan kesejahteraan pendidik di seluruh wilayah
Indonesia secara bertahap terukur akuntabel.
Kunci Jawaban: C
SOAL NOMOR 7
Viral Curhat Guru
Honorer Soal Gaji yang Menuai Perhatian Publik di Media Sosial
Media sosial kembali
menjadi ruang pengaduan publik setelah sebuah unggahan berisi curhat guru
honorer mengenai rendahnya gaji viral dan menyita perhatian netizen. Dalam
unggahan tersebut, sang guru menceritakan realitas hidupnya yang harus bertahan
dengan penghasilan jauh di bawah upah minimum, meski telah mengabdi
bertahun-tahun di dunia pendidikan. Unggahan ini tersebar luas di berbagai
platform seperti X, Instagram, dan TikTok, serta memicu gelombang empati dan
diskusi publik yang terasa banget di ruang digital.
Fenomena ini
sejatinya bukan hal baru. Persoalan kesejahteraan guru honorer telah lama
menjadi isu struktural dalam sistem pendidikan Indonesia. Banyak guru honorer
menerima gaji bulanan yang tidak sebanding dengan beban kerja dan tanggung
jawab profesional yang mereka emban. Bahkan, dalam berbagai laporan media,
tidak sedikit guru honorer yang hanya menerima ratusan ribu rupiah per bulan,
tanpa jaminan sosial yang memadai, kondisi yang kayaknya sulit dibenarkan
secara moral.
Respons publik
terhadap curhat viral tersebut sangat beragam. Mayoritas warganet menyuarakan
dukungan moral dan mendesak pemerintah agar segera mengambil langkah konkret.
Tagar solidaritas untuk guru honorer kembali menggema, menandakan bahwa isu ini
menyentuh nurani masyarakat luas. Di sisi lain, unggahan tersebut juga memantik
diskusi kritis mengenai kebijakan rekrutmen, pengangkatan ASN, serta
keberlanjutan program pendidikan nasional yang ramai dibicarakan nih.
Sejumlah pejabat dan
pemangku kebijakan pendidikan turut merespons fenomena ini dengan pernyataan di
media. Pemerintah menegaskan komitmennya untuk terus melakukan penataan guru
honorer melalui berbagai skema, termasuk seleksi ASN PPPK dan perbaikan tata
kelola pendidikan. Namun, publik menilai bahwa respons tersebut perlu
dibuktikan dengan kebijakan yang lebih cepat, adil, dan berpihak pada
kesejahteraan guru.
Viralnya curhat guru
honorer ini menjadi pengingat bahwa di balik ruang kelas dan prestasi siswa,
terdapat pendidik yang masih berjuang untuk hidup layak. Media sosial sekali
lagi berfungsi sebagai cermin realitas sosial yang menuntut perhatian dan keberpihakan
nyata dari negara.
Dalam konteks
penulisan teks editorial, kalimat manakah yang perlu direvisi karena mengandung
unsur bahasa nonformal?
A.
Isu ini ramai
dibicarakan nih karena menyentuh realitas sehari-hari guru honorer yang
berjuang hidup layak, sehingga memunculkan tekanan publik agar pemerintah
segera mengambil kebijakan cepat, adil, dan manusiawi demi masa depan
pendidikan nasional yang lebih bermartabat dan berkeadilan sosial.
B.
Viralnya curhat guru
honorer mencerminkan kegagalan kebijakan jangka panjang dalam menjamin
kesejahteraan pendidik, sehingga diperlukan langkah korektif berbasis data,
evaluasi menyeluruh, dan keberpihakan nyata negara terhadap profesi guru
sebagai garda terdepan pendidikan nasional berkelanjutan bermartabat.
C.
Media sosial berperan
sebagai ruang artikulasi aspirasi publik yang memungkinkan isu kesejahteraan
guru honorer memperoleh perhatian luas, sekaligus menjadi instrumen kontrol
sosial terhadap kebijakan pendidikan yang dinilai belum sepenuhnya adil dan berpihak
pada pendidik profesional nasional sistemik transparan.
D.
Tanggapan publik
terhadap isu guru honorer menunjukkan adanya harapan kolektif agar reformasi
pendidikan tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga
memperhatikan kesejahteraan pendidik sebagai fondasi keberhasilan pembelajaran
nasional berkelanjutan jangka panjang inklusif berorientasi nilai kemanusiaan.
E.
Kebijakan penataan
guru honorer memerlukan konsistensi implementasi, pengawasan ketat, serta
evaluasi berkelanjutan agar tujuan peningkatan kualitas pendidikan nasional
dapat tercapai secara adil, transparan, dan berorientasi pada perlindungan
profesi pendidik di seluruh wilayah Indonesia.
Kunci Jawaban: A
SOAL NOMOR 8
Perbandingan Gaji
Guru Honorer dan Sopir MBG yang Jadi Perbincangan Publik
Perbincangan tentang
perbandingan gaji guru honorer dan sopir program Makan Bergizi Gratis (MBG)
belakangan ini menjadi sorotan publik. Isu ini mencuat setelah banyak guru
honorer mengungkapkan kondisi ekonomi mereka yang masih jauh dari kata
sejahtera, meskipun telah mengabdi bertahun-tahun di dunia pendidikan.
Perbandingan tersebut memantik diskusi luas tentang keadilan pengupahan dan
prioritas kebijakan negara.
Di berbagai daerah di
Indonesia, gaji guru honorer masih sangat bervariasi. Banyak guru honorer
menerima honor di bawah upah minimum daerah, bahkan ada yang hanya memperoleh
ratusan ribu rupiah per bulan. Kondisi ini terjadi karena status mereka yang
tidak diangkat sebagai aparatur sipil negara, sehingga bergantung pada
kemampuan sekolah atau pemerintah daerah. Meski pemerintah telah memberikan
insentif tambahan, jumlahnya dinilai belum cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup
layak, terutama di tengah meningkatnya biaya hidup.
Di sisi lain, sopir
MBG—yang bertugas mendistribusikan makanan bergizi ke sekolah-sekolah—diketahui
menerima upah harian yang jika dikalkulasikan secara bulanan bisa mencapai
jutaan rupiah. Secara nominal, penghasilan ini lebih tinggi dibandingkan honor banyak
guru honorer. Fakta inilah yang kemudian memicu perasaan tidak adil di kalangan
tenaga pendidik, mengingat beban kerja guru yang tidak hanya mengajar, tetapi
juga mendidik, membimbing, dan membentuk karakter peserta didik.
Perbandingan ini
bukan untuk merendahkan profesi tertentu, melainkan menyoroti ketimpangan
kesejahteraan dalam sektor pendidikan. Guru honorer memiliki peran strategis
dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, namun belum mendapatkan penghargaan yang
sepadan secara ekonomi. Isu ini menjadi pengingat bahwa peningkatan kualitas
pendidikan tidak bisa dilepaskan dari kesejahteraan guru.
Perdebatan yang
muncul di ruang publik diharapkan dapat menjadi dorongan bagi pemangku
kebijakan untuk meninjau ulang sistem pengupahan guru honorer agar lebih adil
dan manusiawi, sejalan dengan peran besar yang mereka emban bagi masa depan
bangsa.
Cermati teks di atas
dengan saksama. Tentukan pilihan jawaban yang memiliki pola kalimat sama dengan
kalimat “Perbandingan ini bukan untuk merendahkan profesi tertentu, melainkan
menyoroti ketimpangan kesejahteraan dalam sektor pendidikan.” Jawablah secara
cermat berdasarkan struktur dan hubungan antarklausa kalimat.
A.
Pernyataan tersebut
bukan bertujuan menyalahkan kebijakan tertentu, melainkan mengajak masyarakat
memahami persoalan secara menyeluruh agar muncul kesadaran kolektif tentang
pentingnya keadilan sosial, ekonomi, dan kemanusiaan dalam pembangunan nasional
yang berkelanjutan dan berpihak pada rakyat kecil.
B.
Kondisi guru honorer
menunjukkan ketimpangan penghasilan yang terjadi akibat kebijakan struktural,
sehingga menimbulkan keresahan sosial yang meluas dan mendorong tuntutan
perubahan sistem pengupahan demi kesejahteraan tenaga pendidik secara adil dan
merata di seluruh wilayah Indonesia.
C.
Isu ini tidak
dimaksudkan untuk membandingkan nilai profesi, tetapi menegaskan pentingnya
penataan ulang kebijakan penggajian agar selaras dengan tanggung jawab
pekerjaan serta peran strategis tenaga pendidik dalam mencerdaskan generasi
bangsa masa depan.
D.
Banyak pihak menilai
kesejahteraan guru honorer harus ditingkatkan karena mereka memiliki peran
penting dalam pendidikan, sementara ketimpangan penghasilan yang terjadi saat
ini justru memperlemah motivasi kerja serta kualitas pembelajaran di sekolah.
E.
Perdebatan publik
berkembang luas ketika masyarakat menyoroti perbedaan pendapatan antara guru
honorer dan sopir MBG, yang kemudian memunculkan tuntutan evaluasi kebijakan
agar pengelolaan anggaran negara lebih adil dan mencerminkan keberpihakan
terhadap sektor pendidikan.
Kunci Jawaban
C
SOAL NOMOR 9
Perbandingan Gaji
Guru Honorer dan Sopir MBG yang Jadi Perbincangan Publik
Perbincangan tentang
perbandingan gaji guru honorer dan sopir program Makan Bergizi Gratis (MBG)
belakangan ini menjadi sorotan publik. Isu ini mencuat setelah banyak guru
honorer mengungkapkan kondisi ekonomi mereka yang masih jauh dari kata
sejahtera, meskipun telah mengabdi bertahun-tahun di dunia pendidikan.
Perbandingan tersebut memantik diskusi luas tentang keadilan pengupahan dan
prioritas kebijakan negara.
Di berbagai daerah di
Indonesia, gaji guru honorer masih sangat bervariasi. Banyak guru honorer
menerima honor di bawah upah minimum daerah, bahkan ada yang hanya memperoleh
ratusan ribu rupiah per bulan. Kondisi ini terjadi karena status mereka yang
tidak diangkat sebagai aparatur sipil negara, sehingga bergantung pada
kemampuan sekolah atau pemerintah daerah. Meski pemerintah telah memberikan
insentif tambahan, jumlahnya dinilai belum cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup
layak, terutama di tengah meningkatnya biaya hidup.
Di sisi lain, sopir
MBG—yang bertugas mendistribusikan makanan bergizi ke sekolah-sekolah—diketahui
menerima upah harian yang jika dikalkulasikan secara bulanan bisa mencapai
jutaan rupiah. Secara nominal, penghasilan ini lebih tinggi dibandingkan honor banyak
guru honorer. Fakta inilah yang kemudian memicu perasaan tidak adil di kalangan
tenaga pendidik, mengingat beban kerja guru yang tidak hanya mengajar, tetapi
juga mendidik, membimbing, dan membentuk karakter peserta didik.
Perbandingan ini
bukan untuk merendahkan profesi tertentu, melainkan menyoroti ketimpangan
kesejahteraan dalam sektor pendidikan. Guru honorer memiliki peran strategis
dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, namun belum mendapatkan penghargaan yang
sepadan secara ekonomi. Isu ini menjadi pengingat bahwa peningkatan kualitas
pendidikan tidak bisa dilepaskan dari kesejahteraan guru.
Perdebatan yang
muncul di ruang publik diharapkan dapat menjadi dorongan bagi pemangku
kebijakan untuk meninjau ulang sistem pengupahan guru honorer agar lebih adil
dan manusiawi, sejalan dengan peran besar yang mereka emban bagi masa depan
bangsa.
Bacalah kutipan teks tersebut dengan cermat,
kemudian tentukan pilihan jawaban yang menunjukkan penggunaan konjungsi paling
tepat sehingga hubungan antarkalimat menjadi koheren, logis, dan selaras dengan
gagasan utama mengenai perbandingan kesejahteraan guru honorer dan sopir MBG.
A.
Namun, meskipun sopir
MBG memperoleh upah lebih tinggi, guru honorer tetap memikul tanggung jawab
pendidikan jangka panjang, sehingga ketimpangan ini menimbulkan kritik publik
terhadap kebijakan pengupahan yang dinilai belum berpihak pada keadilan sosial
dan profesi pendidik.
B.
Karena sopir MBG
menerima gaji lebih besar, lalu guru honorer tetap mengajar dengan dedikasi
tinggi, kemudian masyarakat menilai perbedaan tersebut sebagai hal biasa,
sehingga tidak diperlukan evaluasi kebijakan pengupahan dalam sektor pendidikan
nasional.
C.
Dan sopir MBG
memperoleh upah harian cukup besar, lalu guru honorer mengabdi bertahun-tahun,
tetapi karena itu perdebatan muncul, sehingga masyarakat menuntut perhatian
pemerintah tanpa mempertimbangkan perbedaan tanggung jawab masing-masing
profesi secara proporsional.
D.
Sementara guru
honorer menerima honor rendah, sopir MBG mendapatkan penghasilan layak; oleh
karena itu, perbandingan ini memicu diskusi publik tentang keadilan, sebab
peran guru dianggap strategis dalam mencerdaskan bangsa dan seharusnya
diimbangi kesejahteraan memadai.
E.
Jika guru honorer
digaji rendah dan sopir MBG digaji tinggi, maka perbandingan tersebut tidak
relevan, walaupun keduanya bekerja di sektor berbeda, sehingga pembahasan
ketimpangan kesejahteraan dianggap berlebihan oleh sebagian masyarakat luas.
Kunci Jawaban:
✅ D
SOAL NOMOR 10
Perbandingan Gaji
Guru Honorer dan Sopir MBG yang Jadi Perbincangan Publik
Perbincangan tentang
perbandingan gaji guru honorer dan sopir program Makan Bergizi Gratis (MBG)
belakangan ini menjadi sorotan publik. Isu ini mencuat setelah banyak guru
honorer mengungkapkan kondisi ekonomi mereka yang masih jauh dari kata
sejahtera, meskipun telah mengabdi bertahun-tahun di dunia pendidikan.
Perbandingan tersebut memantik diskusi luas tentang keadilan pengupahan dan
prioritas kebijakan negara.
Di berbagai daerah di
Indonesia, gaji guru honorer masih sangat bervariasi. Banyak guru honorer
menerima honor di bawah upah minimum daerah, bahkan ada yang hanya memperoleh
ratusan ribu rupiah per bulan. Kondisi ini terjadi karena status mereka yang
tidak diangkat sebagai aparatur sipil negara, sehingga bergantung pada
kemampuan sekolah atau pemerintah daerah. Meski pemerintah telah memberikan
insentif tambahan, jumlahnya dinilai belum cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup
layak, terutama di tengah meningkatnya biaya hidup.
Di sisi lain, sopir
MBG—yang bertugas mendistribusikan makanan bergizi ke sekolah-sekolah—diketahui
menerima upah harian yang jika dikalkulasikan secara bulanan bisa mencapai
jutaan rupiah. Secara nominal, penghasilan ini lebih tinggi dibandingkan honor banyak
guru honorer. Fakta inilah yang kemudian memicu perasaan tidak adil di kalangan
tenaga pendidik, mengingat beban kerja guru yang tidak hanya mengajar, tetapi
juga mendidik, membimbing, dan membentuk karakter peserta didik.
Perbandingan ini
bukan untuk merendahkan profesi tertentu, melainkan menyoroti ketimpangan
kesejahteraan dalam sektor pendidikan. Guru honorer memiliki peran strategis
dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, namun belum mendapatkan penghargaan yang
sepadan secara ekonomi. Isu ini menjadi pengingat bahwa peningkatan kualitas
pendidikan tidak bisa dilepaskan dari kesejahteraan guru.
Perdebatan yang
muncul di ruang publik diharapkan dapat menjadi dorongan bagi pemangku
kebijakan untuk meninjau ulang sistem pengupahan guru honorer agar lebih adil
dan manusiawi, sejalan dengan peran besar yang mereka emban bagi masa depan
bangsa.
Makna istilah ketimpangan
kesejahteraan dalam teks tersebut adalah …
A.
Situasi meningkatnya
pendapatan pada sektor pekerjaan tertentu akibat kebijakan pemerintah baru,
sementara sektor lain mengalami stagnasi ekonomi, namun tetap dapat bertahan
hidup meskipun belum mencapai standar kesejahteraan yang merata di seluruh
lapisan masyarakat.
B.
Keadaan ketika semua
pekerja memperoleh penghasilan yang sama tanpa mempertimbangkan tingkat
tanggung jawab, risiko pekerjaan, serta peran sosialnya, sehingga berpotensi
menurunkan motivasi kerja dan kualitas pelayanan publik dalam jangka panjang.
C.
Kondisi ketika
perbedaan penghasilan dan jaminan hidup antara kelompok pekerja terjadi sangat
mencolok, sehingga menimbulkan rasa ketidakadilan sosial, khususnya antara
profesi yang memiliki kontribusi besar tetapi tidak memperoleh kesejahteraan
ekonomi yang layak.
D.
Fenomena persaingan
antarprofesi dalam memperoleh perhatian pemerintah, di mana setiap kelompok
pekerja berusaha memperjuangkan kepentingannya sendiri melalui opini publik
tanpa mempertimbangkan keterbatasan anggaran negara yang tersedia saat ini.
E.
Kondisi perbedaan
jenis pekerjaan yang memiliki tugas dan fungsi berlainan, sehingga wajar jika
terdapat variasi penghasilan, selama perbedaan tersebut masih dapat diterima
secara sosial dan tidak menimbulkan konflik di masyarakat luas.
Kunci Jawaban:
C
Beradasar soal di
atas, buatlah judul yang seo friendly!

No comments:
Post a Comment