ikla

Tuesday, 29 November 2016

Kumpulan Soal Bahasa Indonesia




 

SELAMAT MENGERJAKAN
Soal A
Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat dengan menghitamkan bulatan ( )  huruf A, B, C, D, E pada LJK!

1.      Matahari bersinar dengan cemerlang. Langit tampak baru. Tiada segumpal awan tampak. Burung-burung berkicau menyambut pagi. Angin berhembus sepoi-sepoi basa.
Berdasarkan cirinya paragraf tersebut termasuk paragraf ....
A.     narasi
B.     deskripsi
C.     eksposisi
D.     argumentasi
E.      persuasi



2.      Bacalah kutipan cerpen berikut!
Menitik air mata anak sunatan itu ketika jarum bius yang pertama menusuk kulit yang segera dipotong. Lambat-lambat obat bius yang didesakkan dokter spesialis dari dalam tabung injeksi menggembung di sana. Dan anak sunatan itu menggigit bibir bawahnya, mencoba menahan sakit.
Amanat yang terdapat dalam kutipan cerpen tersebut . . .
A. Menangislah Anda jika merasa dalam kesulitan.
B. Hadapilah segala hal dengan tenang dan sabar.
C. Berontaklah jika menghadapi ketakutan.
D. Jangan takut kepada dokter yang mengobati.
E. Setiap orang akan mengalami sakit dan senang.

Bacalah dengan saksama!
(1)”Aku tidak suka keputusanmu membeli sate. (2) Uang itu lebih besar manfaatnya dibelikan beras dan bisa untuk makan sampai nanti malam atau besok pagi. (3) Kau gagal menahan diri. (4) Menahan lapar semalam kita mampu, kenapa untuk beberapa menit sampai nasi masak kau mengabaikan kesabaran sebelumnya,” suara Siwi meninggi. (5)Abas mendengar ucapan istrinya itu, menjadi tersinggung. (6) Dia membentak istrinya seraya membanting sate yang dibelinya hingga berserakan di lantai.
Sumber: ”Pagi yang Indah untuk Kucing”, dalam Kembali ke Pangkal Jalan, Yusrizal K.W.

3.  Pembuktian latar suasana kemarahan pada kutipan tersebut terdapat dalam kalimat nomor . . .
A. (1), (3), dan (5)
B. (2), (4), dan (5)
C. (2), (4), dan (6)
D. (3), (4), dan (5)
E. (4), (5), dan (6)

Penggalan berikut untuk soal nomor 4, bacalah dengan cermat!
Diletakkan cangkir kembali dan ditamparnya meja dengan tangannya yang sudah berkerut-kerut, tetapi masih keras. Seorang anak muda berlari keluar, pintu kamarnya dihempaskannya kuat-kuat karena tergesa-gesa, di tangannya sebuah senjata, belum sampai dia di pintu, Kamaruddin berdiri membentak: ”Hazil!!!”
Anak muda itu berhenti berlari dan memutar badannya berdiri di pintu.
”Ke mana engkau?” bentak Kamaruddin.
Kamaruddin tidak membiarkan anaknya menjawab pertanyaannya.
”Engkau mau bertempur? Berapa kali Ayah sudah melarang. Engkau jangan campur-campur dengan bertempur-tempur! Apa engkau pikir engkau bias  menang dengan senjata kecil itu?”
Dia rupanya teringat sesuatu.
”Ha, rupanya senjata itu masih belum juga engkau buang? Bukankah Ayah suruh seminggu yang lalu? Anak kepala batu! Engkau mau mati?”
Sumber: Jalan Tak Ada Ujung, Mochtar Lubis
4. Pendeskripsian watak dalam penggalan sastra di atas dilakukan dengan cara . . . .
A. perbuatan tokoh dan deskripsi gerak-gerik
B. dialog antartokoh dan pikiran tokoh lain
C. deskripsi gerak-gerik dan pikiran tokoh lain
D. dialog antartokoh dan perbuatan tokoh
E. perbuatan tokoh dan pikiran tokoh lain

5. Cermati penggalan puisi berikut!

Bulan Telah Mati di Jogja

Kalau malam ini bulan ada
Bakal kuletakkan di keningmu
Agar gelap tak mengepung kita
Namun, malam ini bulan tidak ada
Dan kelelawar berkabar dari loteng Stasiun Tua
Bahwa bulan telah mati di Jogja
Sejak spot light, neon, lampu reklame
Menampar wajah kita
Memang, bulan telah mati di Jogja
. . . .
Tapi tak usah berduka
Karena tanganku masih sanggup ngusap air mata
Nder-Jogja, Juli 2002
Karya : Indriyani Hastuti
Sumber: Dian Sastro for President
Kalimat yang berupa majas yang tepat untuk melengkapi puisi tersebut adalah . . .
A. Dan gelap kukuh memeluk kita
B. Dan malam pun menjadi gelap gulita
C. Dan gelap pun kita rasakan
D. Dan malam pun berubah menjadi gelap
E. Malam yang gelap pun berganti lampu

6.
Hasan  :"Hanya itu yang akan membawa turun koper sebesar ini dari kapal?"
Ibu       : "Benar, Dik."
Hasan  : "........."
Ibu       : "Terima kasih, Adik baik sekali."
Bila kita lengkapi percakapan di atas, kalimat yang diungkapkan oleh Hasan adalah...
A.    Mengapa Ibu membawa koper sebesar itu?
B.     Ibu akan susah membawa turun koper sebesar ini?
C.     Bila Ibu melakukan perjalanan lagi, jangan membawa koper sebesar itu
D.    Biar saya  yang membantu membawa koper Ibu
E.     Carikan cepat orang yang akan membawa turun koper Ibu.

7. Penggalan cerpen di atas melukiskan nilai....
A. adat
B. politik
C. moral
D. Estetika
E. Budaya

8.  Struktur Puisi menurut Prof. H.J. Waluyo, terdiri atas dua macam struktur, yaitu: struktur fisik dan batin. Yang bukan merupakan struktur fisik, meliputi..
A.     diksi (diction),
B.     pencitraan,
C.     kata konkret (the concentrate word)
D.     majas (figurative language), dan bunyi
E.      tema (sense), dan tipografi



9. Yang bukan merupakan struktur batin puisi, meliputi …
A.     perasaan (feeling)
B.     tema (sense),
C.     nada (tone),
D.     amanat (atention).
E.      Pencitraan

10.  Baca puisi di bawah ini!
Perahu Kertas

Waktu masih kanak-kanak Kau membuat perahu kertas
dan kau
layarkan di tepi kali; alirnya sangat tenang, dan perahumu
bergoyang menuju lautan.
...
Karya Sapardi Djoko Damono
Sumber: Perahu Kertas, 1991

Citraan atau pengimajian adalah gambar-gambar dalam pikiran dan bahasa yang menggambarkannya. Larik-larik di atas yang bergaris bawah menggunakan citraan …
A.     Penglihatan
B.     Pendengaran
C.     Perabaan
D.     Penciuman
E.      Gerak

11.  Baca puisi di bawah ini!
Blues untuk Bonie
sembari jari-jari galak di gitarnya
mencakar dan mencakar
menggaruki rasa gatal di sukmanya
Karya W.S. Rendra
Sumber: Horison Sastra Indonesia 1 :
Kitab Puisi 2002

Nukilan puisi “Blues untuk Bonie” di atas menggunakan citraan …
A.     Penglihatan
B.     Pendengaran
C.     Perabaan
D.     Penciuman
E.      Gerak

12. Baca puisi di bawah ini!
Pemandangan Senjakala
Senja yang basah meredakan hutan terbakar
Kelelawar-kelelawar raksasa datang dari langit kelabu tua
Bau mesiu di udara, Bau mayat. Bau kotoran kuda.
Karya W.S. Rendra
Sumber: Horison Sastra Indonesia 1:
Kitab Puisi 2002
Nukilan puisi “Pemandangan Senjakala” di atas menggunakan citraan …
A.     Penglihatan
B.     Pendengaran
C.     Perabaan
D.     Penciuman
E.      Gerak




13. Baca puisi berikut ini!
                        Pembicaraan
Hari mekar dan bercahaya:
yang ada hanya sorga. Neraka
adalah rasa pahit di mulut
waktu bangun pagi
Karya Subagio Sastrowardojo

Nukilan puisi “Pemandangan Senjakala” di atas menggunakan citraan …
A.     gerak
B.     Pendengaran
C.     Perabaan
D.     Penciuman
E.      Pencicipan

14. Bacalah dengan cermat!
Teuku Umar, Cut Nyak Dien, Bung Tomo, dan sebagainya adalah sosok pahlawan yang ada pada masa perjuangan fisik. Hal ini tidak dapat dipungkiri karena sejarahlah yang menjadi saksi atas keberanian dan perjuangan mereka mempertaruhkan hidup dan mati untuk mengusir penjajah. Hal ini membuktikan mereka layak mendapat gelar pahlawan. Pada saat ini pemberian gelar pahlawan merupakan peran dari pihak penguasa, pemerintah, atau lembaga resmi yang terkait. Namun akan lebih berarti apabila seseorang mendapatkan predikat sebagai pahlawan karena diberikan oleh masyarakat tanpa harus diresmikan oleh  suatu lembaga.

Ide pokok yang tersirat dalam penggalan informasi di atas adalah...
A.     Sejarah perjuangan para pahlawan kemerdekaan.
B.     Para pejuang kemerdekaan layak mendapat gelar pahlawan
C.     Pemberian gelar pahlawan merupakan hak penguasa dan pemerintah.
D.     Predikat pahlawan sebaiknya diberikan oleh masyarakat. 
E.      Masyarakat yang berhak menilai bahwa seorang itu pahlawan. 

Tabel berikut untuk soal nomor 15, bacalah dengan saksama!
15. Simpulan isi tabel tersebut . . .
A. Ketersediaan pupuk urea bersubsidi di Jateng 2008 lebih sedikit dari pupuk-pupuk yang lain.
B. Ketersediaan pupuk NPK bersubsidi di Jateng 2008 paling rendah dari pupuk yang lain.
C. Petani lebih memerlukan pupuk organik daripada jenis pupuk yang lain.
D. Petani membutuhkan pupuk urea lebih banyak daripada jenis pupuk yang lain.
E. Kebutuhan petani akan pupuk organik sama dengan pupuk NPK.

16. Bacalah dengan cermat!
Barcode kubus berukuran 30 mikro meter terbuat dari silikon berlapis plastik transparan setebal 100 nanometer. Ukurannya yang superkecil itu memudahkannya diletakkan ke barang berharga, seperti berlian, atau dijahit di kanvas. Penciptaan nanobarcode dilakukan dengan menembakkan sinar elektron litograf yang mengebor 90 ribu lubang kecil di atas lapisan plastik dengan lima kedalaman yang berbeda. Posisi dan kedalaman lubang inilah yang menjadi kode sandi. Untuk membacanya, diperlukan mikroskop elektron pemindai lubang. (Tempo, April 2006)

Teks di atas berbicara tentang …
A.     Barcode dari silikon yang berukuran superkecil
B.     Kecanggihan sinar elektron litograf dalam memindai
C.     Penciptaan alat dengan menembakkan sinar elektron
D.     Pembuatan kode sandi untuk keperluan pengamanan
E.      Nanobarcode sebagai inovasi teknologi antipencuri


Bacalah dengan cermat untuk soal nomor 17!
Bahasa adalah sebuah sistem, artinya bahasa itu bukanlah sejumlah unsur yang terkumpul secara tidak beraturan. Seperti halnya sistem-sistem lain, unsur-unsur bahasa “diatur” seperti pola-pola yang berulang sehingga kalau hanya salah satu bagian saja tidak tampak, dapatlah “diramalkan” atau “dibayangkan” keseluruhan ujarannya. Sifat itu dijabarkan lebih jauh bahwa bahasa itu sistematis, artinya bahasa itu dapat diuraikan atas satuan-satuan terbatas yang terkombinasi dengan kaidah-kaidah yang dapat diramalkan. Di samping itu, bahasa juga sistemis, artinya bahasa itu bukanlah sistem yang tunggal, melainkan terdiri atas beberapa subsistem, yakni subsistem fonologi, gramatika, dan leksikon. (Harimurti Kridaleksana, 2007)

17. Bahasa itu sistematis sebab …
A.     Merupakan sejumlah unsur yang terkumpul dan ditata secara rapi jali
B.     Dapat diramalkan keseluruhannya hanya dengan menyebut bagian-bagian
C.     Terdiri atas subsistem-subsistem yang tersusun secara tepat dan sistemis
D.     Merupakan satuan-satuan dengan aturan-aturan yang dapat diperkirakan
E.      Terdiri atas sistem yang terdistribusi dalam fonologi, gramatika, dan leksikon

Bacalah dengan cermat untuk soal nomor 18!
PT Philip Indonesia luncurkan LCD TV Action Series 7000 dan 9000. LCD TV seri tersebut memiliki tiga komponen yang mendukung kinerja yang berkualitas, yaitu Advanced Motion Engines untuk memonitor gerakan terhalus, LCD panel cepat untuk performa gambar gerakan bebas kabut (blur-free mtion), serta high refresh rate untuk gerakan tajam. Peluncuran LCD mdel baru tersebut menegaskan kampanye be part of the action dilaksanakan di Pondok Indah Mall, Jakarta baru-baru ini. (Tempo, Agustus 2008).

18. Kalimat yang tepat untuk menyampaikan komentar terhadap teks di atas adalah …
A.     Performa gambar gerakan bebas kabut dihasilkan oleh PT Philip Indonesia
B.     Ada komponen untuk memonitor gerakan terhalus dalam LCD TV tersebut.
C.     Peluncuran LCD model baru telah dilakukan oleh PT Philip Indonesia
D.     PT Philip Indonesia maju pesat di bidang inovasi teknologi LCD TV
E.      Peluncuran LCD tersebut telah dilakukan di pondok Indah Mall, Jakarta.

Bacalah dengan cermat untuk soal nomor 19!
Pagi itu pesawat Qantas mengudara lagi dan segalanya tampak seperti biasa, sampai akhirnya pesawat berada pada 320 km dari Hongkong dan ketinggian 8.840 m di atas Laut Cina Selatan. Sebuah ledakan keras terdengar dan serentak masker oksigen keluar dari atas kepala penumpang-tanda tekanan udara tiba-tiba berkurang.
            Kepanikan menyebar, penumpang menjerit, anak-anak ketakutan, dan kesulitan bernafas. Steve Winchester berpikir ia akan mati, “Setiap orang berpikir oh, inilah saatnya”. David Saunders pun sempat menyambar paspor dari tas, kemudian memindahkannya ke kantong celananya. “Jika tubuh saya ditemukan, mereka dapat mengidentifikasi secepatnya”, katanya.
            Bartels memutuskan mendarat darurat di Bandara Niny Aquino di Manila, yang masih dua jam perjalanan. Masalahnya, akibat ledakan itu sistem pilot otomatis tidak berfungsi dan semua instrumen elektronik di hadapannya macet. Apa boleh buat, Bartels dan Bernd harus mengendalikan pesawat secara manual. Awak kabin berhasil menenangkan penumpang hingga Bartels dapat dengan mulus mendaratkan pesawatnya. Pagi itu, Bartels dan segenap penumpang serta awak pesawat telah melalui saat paling genting dalam hidupnya, berkenalan dengan maut. (Tempo, Agustus 2008)

19. Secara keseluruhan, teks di atas menyampaikan informasi tentang …
A. Kepiawaian pilot mengatasi kepanikan
B. adanya teror di atas Laut Cina Selatan
C. semua instrumen elektronik telah macet
D. Tekanan udara yang tiba-tiba berkurang
E. pesawat Qantas dikendalikan secara manual

Bacalah dengan cermat untuk soal nomor 20!
Jika  diperhatikan, seseorang yang sedang membaca terlihat jelas bahwa mata tidak tinggal diam, tetapi terlibat dalam proses scanning. Scanning bukan merupakan gerakan mata yang lurus dan tetap, melainkan mata diam sesaat, kemudian beralih ke posisi lain, diam lagi, dan seterusnya. Saat mata diam tersebut disebut fiksasi (fixation). Membaca adalah suatu keterampilan yang kompleks, dan seperti semua keterampilan lain, membaca dapat ditingkatkan ketepatan dan kecepatannya dengan berlatih. Memonitor gerakan mata selama membaca dapat mengungkapkan banyak hal tentang proses tersebut. Pada waktu membaca sebaris kata, mata bergerak dari satu titik fiksasi ke titik fiksasi lain. Kadang-kadang mata akan bergerak mundur atau regres, untuk membaca kembali. Kecepatan membaca tergantung pada sulitnya bahan bacaan dan minat pembaca. Bila teks bacaan sulit, pembaca mungkin memperhatikan hampir setiap  kata, tetapi membaca sepintas suatu bacaan mungkin hanya memerlukan satu atau dua fiksasi per-kalimat. (Atkinson, RL. Dkk, Pengantar Psikologi, 1997)

20. Maksud yang hendak disampaikan penulis dalam teks tersebut adalah …
A. Jumlah fiksasi dalam membaca dapat mengungkap tingkat kesulitan bacaan
B. dalam peristiwa membaca telah terjadi proses scanning, fiksasi, dan regres
C. kecepatan dan ketepatan membaca dapat ditingkatkan melalui latihan fiksasi
D. Keseringan regres menunjukkan kurang minatnya pembaca pada yang dibaca
E. cara scanning dapat ditingkatkan dengan berlatih fiksasi waktu membaca.

Soal B (kerjakan di lembar jawab yang telah disediakan, jangan dikerjakan di balik LJK!)

1.      Menurut Prof. Dr.  H.J. Waluyo,  puisi dibentuk atas struktur fisik ( diksi, pengimajian, kata konkret, majas, ritma/ rima, tipografi) dan batin (tema dan amanat, perasaan, nada dan suasana). Jelaskan secara singkat, pilih dua saja untuk tiap-tiap unsur! (unsur fisik 2 dan unsur batin 2)

2.      Bacalah puisi berikut ini!

Gadis Peminta-Minta

Setiap kita bertemu, gadis kecil berkaleng kecil
Senyummu terlalu kecil untuk kenal duka
Tengadah padaku, pada bulan merah jambu
Tapi kotaku jadi hilang, tanpa jiwa

Ingin aku ikut, gadis kecil berkaleng kecil
Pulang ke bawah jembatan yang melulur sosok
Hidup dari kehidupan angan-angan yang gemerlapan
Gembira dari kemayaan riang

Duniamu yang lebih tinggi dari menara Katedral
Melintas-lintas di atas air kotor, tapi yang begitu kau hafal
Jiwa begitu murni, terlalu murni
Untuk bisa  membagi dukaku

Kalau kau mati, gadis kecil berkaleng kecil
Buah di atas itu, tak ada yang punya
Dan kotaku, ah kotaku
Hidupnya tak lagi punya tanda
                                                (Toto Sudarto Bachtiar)

Analisislah secara singkat  tema dan amanat puisi “Gadis Peminta-Minta” karya Toto Sudarto Bachtiar di atas!








-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------






KISI-KISI

Satuan Pendidikan                      :  SMA N
Mata Pelajaran                            :  Bahasa Indonesia
Kelas/ Semester                           :  X/ 1



STANDAR KOMPETENSI
KOMPETENSI DASAR
NOMOR SOAL
1.       Memahami siaran atau cerita yang disampaikan secara langsung /tidak langsung
1.1  Menanggapi siaran atau informasi dari  media  elektronik (berita dan nonberita) 
1.2  Mengidentifikasi unsur sastra (intrinsik dan ekstrinsik)  suatu cerita yang disam­­paikan secara  langsung/melalui rekam­an   

16, 17, 18, 19, 20



3, 4
3.      Memahami berbagai teks bacaan  nonsastra dengan berbagai teknik membaca

3.1 Menemukan ide pokok berbagai teks  nonsastra dengan teknik membaca cepat  (250 kata/menit)


14
4.       Mengungkapkan informasi dalam berbagai bentuk paragraf (naratif, deskriptif, ekspositif
4.1  Menulis gagasan dengan menggunakan pola urutan waktu  dan tempat dalam bentuk paragraf naratif 
4.2  Menulis hasil observasi dalam bentuk  paragraf deskriptif  
4.3  Menulis gagasan secara logis dan sistematis dalam bentuk ragam paragraf  ekspositif 

6, 9



1

15,
5. Memahami puisi yang disampaikan secara langsung/tidak langsung
5.1.  Mengidentifikasi unsur-unsur bentuk suatu puisi yang disampaikan secara langsung ataupun melalui


8, 9, 10, 11, 12, 13
7. Memahami wacana sastra melalui kegiatan membaca puisi dan cerpen
7.2. Menganalisis keterkaitan unsur intrinsik suatu cerpen dengan kehidupan sehari-hari
2, 7
8.  Mengungkapkan pikiran dan perasaan melalui kegiatan menulis puisi 
8.2.  Menulis puisi baru dengan memperhatikan bait, irama, dan rima.
5,














Kunci Jawaban

A.


1.      B
2.      B
3.       E
4.      D
5.      A
6.      D
7.      C
8.      E
9.      E
10.  A
11.  C
12.  D
13.  E
14.  E
15.  D
16.  B
17.  D
18.  D
19.  B
20.  C



B
1.      Unsur-unsur/ Struktur Puisi
A.    Unsur Fisik (bentuk)
a.       Diksi  (pemilihan kata)
Penyair sangat cermat dalam memilih kata-kata. Kata-kata dipertimbangkan makna, komposisi bunyi dalam rima dan irama, kedudukan kata itu dalam konteks atau dalam hubungan dengan kata yang lain, serta kedudukankata dalam keseluruhan puisi. Oleh karena itu, di samping memiliki kata yang tepat, penyair juga mempertimbangkan urutan kata dan kekuatan/ daya magis kata-kata.
Pemilihan kata-kata dalam puisi hendaknya bersifat puitis, yang mempunyai efek keindahan dan  berbeda dengan kata-kata yang biasa kita pakai sehari-hari.

b.      Pengimajian
Pengimajian dapat didefinisikan sebagai kata atau susunan kata yang dapat mengungkapkan pengalaman imajinasi. Dengan daya imajinasi yang diciptakan penyair, maka pada kata-kata puisi itu seolah-olah tercipta sesuatu yang dapat didengar, dilihat, ataupun dirasakan pembacanya.
c.       Kata konkret
Untuk membangkitkan imaji (daya bayang) pembaca, maka kata-kata harus diperkonkret. Fungsinya agar pembaca seolah-olah melihat, mendengar, merasa apa yang dilukiskan penyair.

Jika  imaji pembaca merupakan akibat dari pengimajian yang diciptakan penyair, maka kata konkret merupakan sebab terjadinya pengimajian itu. Dengan kata yang diperkonkret, pembaca dapat membayangkan secara  jelas peristiwa atau keadaan yang dilukiskan oleh penyair. 

d.      Majas
Majas ialah bahasa yang digunakan penyair untuk menyatakan sesuatu dengan cara pengiasan.  Yakni dengan mengunkapkan makna secara tersembunyi, atau tidak langsung. Penggunaan majas membantu penyair menghadirkan kesan puitis melalui pemilihan bunyi yang dapat menimbulkan imajinasi di dalam diri pembaca.

e.       Rima/Ritma
Rima adalah pengulangan bunyi dalam puisi. Rima membentuk efek musikalitas. Dengan adanya rima itulah, efek bunyi makna yang dikehendaki penyair semakin indah dan makna yang ditimbulkan lebih kuat. contoh /dan angin pun mendesah/ mengeluh mendesah/. Konsonan /h/ pada larik tersebut memberikan efek makna kegelisahan. Sementara itu, perpindahan antara bunyi desis /s/ dan /h/ dengan menggunakan konsonan /n/ dalam angin mendesah menjadikan lagu puisi itu menjadi merdu. Di samping rima, dikenal pula istilah ritma, yang berarti sebagai pengulangan kata, frase, atau kalimat dalam bait puisi.

f.       Irama
Irama dalam puisi erat hubungannya dengan bunyi yang berulang, pergantian yang teratur, dan variasi-variasi bunyi yang menimbulkan suatu gerak yang hidup, seperti gemericik air yang mengalir turun tidak putus-putus. Irama dapat pula berarti pergantian turun naik, panjang pendek, keras lembut ucapan bunyi bahasa dengan teratur.

g.      Tata wajah (tipografi)
Tipografi  merupakan  pembeda yang  penting  antara puisi dengan prosa (cerpen, novel) dan drama. Kata-kata dalam puisi membentuk larik-larik sajak dalam bait, tidak berbentuk kalimat dalam paragraf.

B.     Unsur Batin (isi)
Ada empat unsur batin puisi, yakni: tema (sense), perasaan penyair (feeling), nada atau sikap penyair terhadap pembaca (tone), dan amanat (intention).

a.       Tema  dan  amanat
Tema merupakan pokok persoalan yang akan diungkap oleh penyair.
Amanat merupakan pesan yang disampaikan penyair dalam puisinya.
b.      Perasaan
Perasaan adalah keinginan penyair mengungkapkan suatu makna tentang kebenaran-kebenaran hidup. Setiap penyair ingin membeberkan rahasia dunia dan kehidupannya. Dengan asumsi semacam itu, kita tidak hanya terpikat oleh bahasa puisi, kemudian lupa mencari makna dan pesan-pesan kehidupan.

c.       Nada dan Suasana
nada merupakan sikap penyair terhadap pembaca , maka suasana puisi adalah keadaan jiwa pembaca setelah membaca puisi itu, atau akibat psikologis yang ditimbulkan puisi itu terhadap pembaca.
2.      Tema kemanusiaan itulah yang melingkup puisi di atas. Penyair bermaksud menunjukkan betapa tingginya martabat manusia dan bermaksud meyakinkan pembacanya bahwa setiap manusia memiliki martabat yang sama. Perbedaan kekayaan, pangkat, kedudukan seseorang, tidak boleh menjadi sebab adanya pembedaan perlakuan terhadap kemanusiaan seseorang. Seperti dalam puisi tersebut, penyair membela martabat kemanusiaan gadis peminta-minta yang disebutnya sebagai gadis kecil berkaleng kecil.

Amanat “Hargailah manusia-manusia gembel yang dikategorikan sebagai sampah masyarakat. Mereka itu juga manusia yang mempunyai martabat sama dengan manusia lainnya. Kesengsaraan bukan kemauan mereka. Kita yang kebetulan bernasib lebih baik, hendaknya memikirkan nasib mereka, di samping nasib kita sendiri”. Demikianlah amanat yang hendak disampaikan  Toto Sudarto Bachtiar dalam puisinya itu.


Keterangan:
A.      Soal  nomor  1 s.d. 20 masing-masing  soal berbobot nilai 1
B.      Soal  soal 1 berbobot nilai 5, soal nomor 2 berbobot nilai 5

Nilai soal A=  BENAR:2=10
Nilai soal B= Benar:1

Nilai keseluruhan= (nilai soal A + nilai soal B) :  2
 
 

No comments:

Post a Comment