ikla

Friday, 29 January 2016

MENGONVERSI PENGGALAN NOVEL KE DALAM TEKS DRAMA PENDEK


Tujuan Pembelajaran:
Siswa dapat mengonversi teks novel ke dalam teks drama pendek sesuai dengan struktur dan kaidah yang baik.
Kita main kuis-kuisan lagi yuk! Kali ini bayangkan kalian sebagai seorang calon penulis dengan sebuah ide yang sederhana. Mari kita mainkan games-nya!
Urutkanlah menjadi cerita yang paling horor sedunia.

Bagaimana kawan? Ternyata bermain menjadi seorang penulis itu cukup menyenangkan ya? Berbagai ide muncul tenggelam dalam benak kita, yang seolah-olah membuat kita membayangkan sebuah adegan film dengan banyak gambar yang berwarna. Itulah imajinasi!       Menulis merupakan salah satu pekerjaan kreatif yang menyenangkan. Dengan imajinasi, kita lebih bebas berekspresi tanpa harus terjegal hambatan-hambatan yang membatasi kehendak kita. Karena imajinasi tak punya batasan. Jadi mari kita melatih diri untuk bebas berkreativitas dengan menulis.
      Trik paling dasar untuk bisa menulis novel adalah sering-sering mencoba mengembangkan kalimat sederhana menjadi kalimat deskripsi yang hidup. Misalnya saja, kalimat gadis itu bermain bola menjadi gadis yang rambutnya dikepang dua itu bermain bola kasti di lapangan berdebu atau gadis berperawakan montok itu bermain-main dengan bola bekel di bawah pohon pinus sendirian. Coba bandingkan hasil perluasan deskripsinya, beda perluasan beda pula suasana yang terbangun kan?
      Maka dari itu latihan mendeskripsikan adegan itu penting dalam menulis novel, sama pentingnya dengan latihan memperluas interpretasi kita saat mengonversi teks novel itu sendiri menjadi teks drama. Apalagi, ketika menyusun sebuah teks drama, kita perlu memerinci adegan agar dapat mudah dipraktikan dalam akting. Untuk itu ketika mengonversi penggalan teks novel menjadi teks drama perlu memperhatikan hal-hal berikut.

Hal-hal yang harus diperhatikan saat mengonversi ke drama.

1. Perdalam lagi karakter tokoh yang ada dalam cerita
Dalam drama, penggambaran tokoh dapat ditajamkan melalui berbagai cara, seperti penjelasan tokoh lain, dialog, atau penampilan ketika akting. Dalam penggalan novel belum tentu watak tokoh tersebut dinarasikan dengan jelas, maka seorang penulis naskah drama hasil konversi dari novel perlu berkreasi. Bisa jadi, karakter tokoh tertentu dalam teks drama hasil konversi teks novel sedikit berbeda, seperti penggarapan film Perempuan Berkalung Sorban berdasarkan novel dengan judul yang sama.
2. Membedakan sudut pandang cerita
Bisa jadi, teks drama tidak terlalu banyak mengeksploitasi sudut pandang penceritaan orang pertama seperti dalam novel. Karenanya, drama lebih banyak menggunakan sudut pandang orang ketiga dari berbagai sisinya.
3. Dialog-dialog kunci
Dalam novel, kita sering luput dalam membuat kata-kata khusus yang akan membuat pembaca terkenang. Nah, dalam drama kesempatan itu dapat terjadi dengan cara memperhatikan adegan yang terdapat dialog-dialog kunci, seperti dialog Romeo saat ditanya namanya menjawab “Apalah artinya sebuah nama, mawar pun akan tetap harum meski tanpa nama.”
4. Perkembangan cerita
Satu lagi, dalam konversi novel ke dalam drama, terkadang sang penyusun harus sedikit observasi dengan mengembangkan cerita, latar, alur, atau subkonflik agar terasa memikat. Karena bagi pembaca novel versi aslinya, menonton drama dengan konsep yang sama akan terasa membosankan.

Perhatikan latihan mengonversi berikut!

Ibu Muslimah yang beberapa menit lalu sembap, gelisah, dan coreng moreng, kini menjelma menjadi sekuntum crinum gigantium. Sebab tiba-tiba ia mekar sumringah dan posturnya yang jangkung persis tangkai bunga itu. Kerudungnya juga berwarna bunga crinum, demikian pula bau bajunya, persis crinum yang mirip bau vanili.
(Laskar Pelangi – Andrea Hirata. Hlm. 9)
Hasil konversi
Prolog
Ibu guru masuk ke dalam kelas dengan wajah yang lebih sumringah.
Dialog
Ibu Muslimah : Syukurlah semuanya sudah berkumpul. (Jemarinya memegang ujung kerudung jingganya)
Murid : Ya… Bu. (Menjawab serempak)
Ibu Muslimah : Terima kasih juga untuk bapak-bapak dan ibu yang berkenan hadir di hari pertama sekolah. (Bibir tersenyum sangat tulus)
Catatan
Inovasi cerita dalam drama akan membuat penggambaran latar lebih hidup. Apalagi ketika drama tersebut dipentaskan. Oleh sebab itu, imajinasi penyusun teks drama hasil konversi dari novel sangat diharapkan.

Poin Penting

Kekuatan perwatakan tokoh sangat penting dalam drama, maka buatlah konflik yang bombastis agar penokohan yang kuat akan teruji.

No comments:

Post a Comment