Monday 2 October 2023

Mengidentifikasi dan menulis teks tajuk rencana

 TAJUK RENCANA


Dilema Persampahan di DIY 




PEMDA DIY belum juga berhasil mengatasi masalah persampahan. Sementara, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional Piyungan yang rencananya akan dibuka kembali 5 September hari ini diprediksi juga takkan mampu menampung kiriman sampah dari Kota, Bantul dan Sleman. Sebab, kuota maksimal TPA Piyungan hanya mampu menampung 180 ton sampah perhari. Lantas mau dibuang ke mana sisa sampah yang tidak bisa ditampung?


Untuk itulah konsekuensinya, kabupaten/kota diminta untuk mengolah sampahnya secara mandiri untuk mewujudkan desentralisasi pengolahan sampah. Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) DIY pun belum bisa memprediksi kapan TPA Regional Piyungan bisa bertahan.


Berdasar informasi, saat ini Pemda DIY sedang menyiapkan Zona Transisi Dua yang lokasinya tak jauh dari TPA Piyungan, pembangunannya ditarget selesai Oktober 2023 mendatang. Diharapkan Zona Transisi Dua ini dapat menampung sampah yang diproduksi masyarakat hingga 2024. Karena pada waktu itu, DIY kemungkinan baru akan memulai tahap pembangunan teknologi pengolah sampah yang baru (KR 4/9).


Masyarakat mungkin belum banyak tahu seperti apa dan bagaiamana teknologi pengolahan sampah yang hendak diterapkan di DIY. Sembari menunggu itu terwujud, kabupaten/kota diminta tetap melakukan pengolahan sampah secara mandiri. Kita tentu merespons upaya tersebut sebagai hal positif guna mengurangi sampah yang dibuang di TPA Piyungan.


Namun kiranya perlu diingat bahwa pengolahan sampah secara mandiri, termasuk yang dilakukan di bank sampah yang tersebar di beberapa kampung di DIY, belum sebanding dengan produksi sampah yang dihasilkan masyarakat. Artinya, tidak semua produk sampah itu dapat diolah untuk kemudian disulap menjadi barang bernilai ekonomi. Kita mendukung imbauan pemerintah daerah kepada masyarakat untuk membuat biopori di pekarangan rumah, tentu syaratnya kalau punya lahan.


Kiranya perlu dievaluasi sejauh mana efektivitas pembuatan biopori untuk mengurangi tumpukan sampah rumah tangga, apakah signifikan? Itu terkait dengan sampah organik yang bisa dijadikan pupuk atau lainnya. Sedang sampah anorganik diarahkan untuk diolah menjadi barang bernilai ekonomis, pun membutuhkan proses.


Kondisi saat ini sangat dilematis, karena belum semua warga mampu mengolah sampahnya sendiri. Kalaupun bisa, hasilnya masih belum signifikan. Pada saat yang sama, pembuangan sampah di TPA dibatasi. Yang terjadi kemudian, sampah menumpuk di pinggir jalan, lantaran warga kebingungan hendak membuang sampah ke mana.


Berkaitan itu, Satpol PP dikerahkan untuk menertibkan warga yang membuang sampah sembarangan. Patroli pun digencarkan di banyak titik lokasi biasanya warga membuang. sampah. Mereka yang kedapatan membuang sampah sembarangan, diproses hukum dan diancam tindak pidana ringan (tipiring). Tak pelak terjadi 'kucing-kucingan' antara warga dan petugas, sungguh ini pemandangan yang ironis.


Secara yuridis tentu sudah benar apa yang dilakukan petugas, memproses hukum mereka yang membuang sampah sembarangan. Namun, untuk saat ini, pendekatan yang mengedepankan penghukuman atau punishment rasanya kurang pas. Mengatasi persampahan harus menggunakan pendekatan multidisiplin, tak hanya hukum saja, tapi juga harus menggunakan pendekatan edukatif, sosial-kemanusiaan dengan bertumpu pada pemeliharaan dan penyelematan lingkungan. 



Berdasarkan teks tersebut, kerjakan soal berikut ini!


1. Temukan dua kalimat fakta!


2. Temukan 2 kalimat opini!

3. Identifikasilah bagian tesis!

4. Identifikasilah bagian argumentasi!

5. Identifikasilah bagian penegasan ulang!

6. Berdasarkan teks tersebut susunlah sebuah teks tajuk rencana yang bagus!






Jawaban:



1. Kalimat Fakta:

   a. "Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional Piyungan hanya mampu menampung 180 ton sampah perhari."

   b. "Pemda DIY sedang menyiapkan Zona Transisi Dua yang lokasinya tak jauh dari TPA Piyungan, pembangunannya ditarget selesai Oktober 2023 mendatang."


2. Kalimat Opini:

   a. "Masyarakat mungkin belum banyak tahu seperti apa dan bagaimana teknologi pengolahan sampah yang hendak diterapkan di DIY."

   b. "Kiranya perlu dievaluasi sejauh mana efektivitas pembuatan biopori untuk mengurangi tumpukan sampah rumah tangga, apakah signifikan?"


3. Bagian Tesis: 

   Bagian tesis tidak secara eksplisit disebutkan dalam teks, tetapi bisa diidentifikasi sebagai "Dilema Persampahan di DIY" yang merupakan pokok permasalahan yang akan dibahas dalam teks.


4. Bagian Argumentasi: 

   Bagian argumentasi terdapat dalam beberapa bagian teks yang menjelaskan tantangan dan permasalahan dalam pengelolaan sampah di DIY, seperti keterbatasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Piyungan, upaya Pemda DIY dalam mencari solusi, dan pembuatan biopori.


5. Bagian penegasan ulang dari teks tersebut menekankan pentingnya pendekatan multidisiplin dalam mengatasi masalah persampahan. Teks menyatakan bahwa mengatasi persampahan tidak hanya tentang hukuman atau penghukuman, melainkan juga melibatkan pendekatan edukatif dan sosial-kemanusiaan yang berfokus pada pemeliharaan dan penyelematan lingkungan. Dengan demikian, penyelesaian masalah persampahan memerlukan kolaborasi dan partisipasi dari berbagai pihak, serta pemahaman yang lebih mendalam tentang upaya pengolahan sampah yang berkelanjutan. Teks ini mencoba menggambarkan bahwa situasi persampahan di DIY saat ini adalah suatu dilema yang memerlukan solusi yang lebih holistik dan terkoordinasi.



6. Teks Tajuk Rencana:



"Tantangan Besar dan Solusi Terobosan untuk Mengatasi Persampahan di DIY"


Saat ini, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dihadapkan pada dilema yang memprihatinkan terkait persoalan persampahan. Meskipun Pemerintah Daerah DIY telah berusaha keras, masalah persampahan masih belum terselesaikan dengan memadai. Dalam beberapa tahun terakhir, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional Piyungan yang seharusnya menjadi solusi, ternyata juga tidak cukup mampu menampung jumlah sampah yang terus meningkat dari Kota Yogyakarta, Bantul, dan Sleman. Kapasitas maksimal TPA Piyungan yang hanya 180 ton per hari ternyata masih jauh dari mencukupi.


Dalam menghadapi tantangan ini, pemerintah daerah telah mengusulkan solusi yang menarik perhatian, yaitu desentralisasi pengelolaan sampah. Kabupaten dan kota di DIY diminta untuk mengelola sampah mereka sendiri. Namun, pelaksanaan solusi ini masih memerlukan waktu yang tidak sebentar. Dalam rencana pembangunan, DIY sedang mempersiapkan Zona Transisi Dua yang diharapkan dapat menampung sampah dari masyarakat hingga tahun 2024. Namun, pada saat yang sama, pengembangan teknologi pengolahan sampah yang lebih efisien juga masih dalam tahap perencanaan.


Bagian penting dari solusi ini adalah partisipasi masyarakat. Saat ini, banyak yang mungkin masih belum akrab dengan teknologi pengelolaan sampah yang akan diterapkan di DIY. Oleh karena itu, masyarakat diminta untuk tetap melakukan pengelolaan sampah secara mandiri, seperti yang telah dilakukan melalui bank sampah di beberapa kampung di DIY. Namun, kendala yang dihadapi adalah bahwa pengelolaan sampah mandiri belum mampu mengatasi produksi sampah yang terus meningkat. Bukan semua jenis sampah dapat diubah menjadi barang bernilai ekonomi, dan ini adalah tantangan yang perlu dihadapi.


Selain itu, perlu dievaluasi sejauh mana efektivitas pembuatan biopori dalam mengurangi tumpukan sampah rumah tangga. Sampah organik yang dapat diubah menjadi pupuk adalah salah satu aspek yang perlu diperhatikan. Namun, pengolahan sampah anorganik menjadi barang bernilai ekonomi juga merupakan hal yang penting, meskipun memerlukan proses yang lebih kompleks.


Kita berada di tengah-tengah situasi yang dilematis. Belum semua warga memiliki kemampuan untuk mengelola sampah mereka sendiri, dan bahkan jika bisa, hasilnya masih jauh dari cukup. Sementara itu, pembuangan sampah di TPA Piyungan harus dibatasi, yang berujung pada penumpukan sampah di pinggir jalan karena warga bingung harus membawanya ke mana.


Untuk mengatasi masalah ini, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) telah dikerahkan untuk menertibkan warga yang membuang sampah sembarangan. Patroli juga ditingkatkan di berbagai lokasi yang biasanya digunakan warga untuk membuang sampah. Namun, perlu diingat bahwa pendekatan yang mengedepankan hukuman atau tindakan pidana mungkin tidak selalu efektif dalam mengatasi persoalan persampahan. Sebuah pendekatan multidisiplin yang mencakup edukasi, aspek sosial, dan kemanusiaan harus digunakan, dengan fokus pada pemeliharaan dan perlindungan lingkungan.


Dalam tajuk rencana ini, kami akan mengeksplorasi lebih dalam mengenai tantangan besar yang dihadapi DIY dalam mengelola persampahan dan solusi terobosan yang bisa menjadi landasan bagi penyelesaian masalah ini. Dengan memahami kompleksitas masalah persampahan dan berbagai upaya yang telah dilakukan, kita dapat mencari cara untuk mencapai lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan untuk generasi masa depan.





Tuesday 12 September 2023

Kumpulan soal bahasa Indonesia kelas X

 Bacalah teks berikut ini!




Pasien Lupa Orang Tua karena Kecanduan Ponsel

 Kamis, 17 Okt 2019


Selain di Bandung Barat, Rumah Sakit Jiwa Daerah (RSJD) dr. Arif Zainudin Surakarta juga menerima pasien kecanduan ponsel. Tahun ini. jumlah pasien tersebut semakin meningkat. Kepala Instalasi Kesehatan Jiwa Anak Remaja RSJD dr. Arif Zainudin Surakarta, Aliyah Himawati, mengatakan fenomena tersebut sudah terjadi sejak tiga tahun lalu. Namun belakangan, fenomena tersebut memang makin marak.

 

"Tiga tahun lalu ada tapi sedikit. Sejak tahun ajaran baru ini ada sekitar 35 anak remaja. Sehari ada 1-2 anak yang berobat," kata Aliyah, Kamis (17/10/2019).

 

Kondisi gangguan kejiwaan mereka berbeda-beda. Pasien dengan kondisi yang sangat parah bahkan tidak mengakui dan menganiaya orang tuanya.

 

"Orang tuanya tidak dianggap. Dia bilang kalau dia itu turun dari langit. Isi pikirannya itu yang ada di gim itu, bahasanya bahasa di gim itu," ujarnya.

 

Kebanyakan pasien tersebut kecanduan gim ekstrem. Mereka tidak

 

mau makan hingga tak mau sekolah. Kalaupun sekolah, mereka ingin

 

segera pulang untuk bermain gim.

 

"Ada yang niat ke sekolah itu untuk main gim. Karena di sekolah ada wifi gratis. Sedangkan di rumah sudah diputus orang tuanya," kata Aliyah.

 

Penanganan pasien kecanduan ponsel ini dilakukan sesuai dengan gejalanya. Pertama, pasien harus mengakui jika dirinya kecanduan ponsel. Setelah itu, pasien diberi obat.

 

"Kondisi kecanduan ini membuat cairan otak atau kerja saraf tidak seimbang. Langkah farmakoterapi atau pemberian obat ini yang paling cepat bisa menyeimbangkan," ujar dia. Kemudian pasien akan menjalani terapi perilaku. Secara berangsur, dosis obat juga diturunkan.

 

"Untuk pasien rawat jalan, kita evaluasi dua minggu sekali. Mereka kita beri kontrak kegiatan. Sehari ngapain saja. Sehari pegang ponsel itu hanya dua jam," katanya.

 

Sebagai langkah pencegahan, dia mengimbau kepada orang tua agar menjauhkan ponsel dari anak sejak dini. Saat ini banyak orang tua yang mengenalkan ponsel terlalu dini.

 

berikut adalah 20 soal pilihan ganda beserta kunci jawaban dan pembahasannya berdasarkan teks yang telah diberikan:

 

Soal 1: Apa yang menjadi perhatian dalam teks ini?

 

A. Perubahan cuaca di Bandung Barat.

B. Peningkatan jumlah pasien kecanduan ponsel.

C. Program sekolah baru.

D. Pembangunan Rumah Sakit Jiwa Daerah.

E. Kepala Instalasi Kesehatan Jiwa Anak Remaja.

 

Jawaban:B. Penyebab kenaikan jumlah pasien kecanduan ponsel.

 

Pembahasan: Teks membahas tentang peningkatan jumlah pasien kecanduan ponsel di Rumah Sakit Jiwa Daerah dr. Arif Zainudin Surakarta.

 

Soal 2: Menurut teks, apa yang menyebabkan peningkatan jumlah pasien kecanduan ponsel?

 

A. Kurangnya akses internet di rumah.

B. Gangguan kejiwaan yang muncul secara tiba-tiba.

C. Kecanduan gim ekstrem.

D. Tidak ada wifi gratis di sekolah.

E. Kepala Instalasi Kesehatan Jiwa Anak Remaja.

 

Jawaban:* C. Kecanduan gim ekstrem.

 

Pembahasan:* Teks menyatakan bahwa kebanyakan pasien kecanduan ponsel kecanduan gim ekstrem yang menyebabkan mereka bahkan tidak mau makan dan tak mau sekolah.

 

Soal 3:* Apa yang dilakukan pasien pertama kali dalam penanganan mereka di Rumah Sakit Jiwa Daerah dr. Arif Zainudin Surakarta?

 

A. Mereka menjalani terapi perilaku.

B. Mereka harus mengakui kecanduan mereka terlebih dahulu.

C. Mereka diberi obat.

D. Mereka diizinkan bermain gim selama mereka mau.

E. Mereka harus membayar biaya pengobatan terlebih dahulu.

 

Jawaban:* B. Mereka harus mengakui kecanduan mereka terlebih dahulu.

 

Pembahasan:* Teks menyebutkan bahwa langkah pertama dalam penanganan pasien adalah mereka harus mengakui bahwa mereka kecanduan ponsel.

 

Soal 4:* Apa yang dilakukan sebagai langkah farmakoterapi dalam penanganan pasien kecanduan ponsel?

 

A. Pasien diberi kontrak kegiatan sehari-hari.

B. Pasien diizinkan menggunakan ponsel selama dua jam sehari.

C. Pasien harus mengakui kecanduan mereka.

D. Pasien diberi obat.

E. Pasien menjalani terapi perilaku.

 

Jawaban:D. Pasien diberi obat.

 

Pembahasan:* Teks menyebutkan bahwa langkah farmakoterapi adalah memberikan obat kepada pasien.

 

Soal 5: Apa yang disarankan oleh Aliyah Himawati sebagai langkah pencegahan kepada orang tua?

 

A. Memberikan ponsel kepada anak sejak dini.

B. Mendukung kecanduan ponsel anak-anak.

C. Mengenalkan anak-anak pada wifi gratis di sekolah.

D. Menjauhkan ponsel dari anak sejak dini.

E. Tidak peduli dengan kecanduan ponsel anak-anak.

 

Jawaban:* D. Menjauhkan ponsel dari anak sejak dini.

 

Pembahasan:* Aliyah Himawati mengimbau orang tua untuk menjauhkan ponsel dari anak sejak dini sebagai langkah pencegahan.

 

Soal 6: Apa yang dimaksud dengan "gim ekstrem" dalam teks?

 

A. Olahraga ekstrem yang dilakukan oleh anak-anak.

B. Aktivitas fisik yang ekstrem.

C. Permainan video yang sangat menarik.

D. Kegiatan berbahaya yang dilakukan oleh anak-anak.

E. Bentuk olahraga yang hanya dapat dilakukan di sekolah.

 

Jawaban:* C. Permainan video yang sangat menarik.

 

Pembahasan:* Dalam konteks teks, "gim ekstrem" mengacu pada permainan video yang sangat menarik dan membuat anak-anak kecanduan.

 

Soal 7:* Menurut Aliyah Himawati, apa yang terjadi pada cairan otak atau kerja saraf pasien kecanduan ponsel?

 

A. Cairan otak mereka menjadi lebih seimbang.

B. Cairan otak mereka menguap.

C. Cairan otak atau kerja saraf mereka menjadi tidak seimbang.

D. Kerja saraf mereka meningkat.

E. Cairan otak mereka menjadi tidak aktif.

 

Jawaban:* C. Cairan otak atau kerja saraf mereka menjadi tidak seimbang.

 

Pembahasan:* Aliyah Himawati menyatakan bahwa kecanduan ponsel dapat membuat cairan otak atau kerja saraf menjadi tidak seimbang.

 

Soal 8:* Apa yang menjadi tujuan pasien menjalani terapi perilaku?

 

A. Membuat pasien lebih santai.

B. Meningkatkan dosis obat pasien.

C. Menilai efektivitas obat yang diberikan.

D. Membantu pasien mengakui kecanduan mereka.

E. Memberikan waktu lebih banyak untuk bermain gim.

 

Jawaban:* D. Membantu pasien mengakui kecanduan mereka.

 

Pembahasan:* Terapi perilaku bertujuan untuk membantu pasien mengakui kecanduan mereka.

 

Soal 9:* Bagaimana pasien yang menjalani terapi perilaku diawasi?

 

A. Mereka diizinkan untuk bermain gim sebanyak yang mereka mau.

B. Mereka diizinkan menggunakan ponsel sepanjang hari.

C. Mereka diberi kontrak kegiatan sehari-hari.

D. Mereka diizinkan menghindari pasien lain.

E. Mereka diizinkan tinggal di rumah mereka sendiri.

 

Jawaban:** C. Mereka diberi kontrak kegiatan sehari-hari.

 

Pembahasan:* Pasien yang menjalani terapi perilaku diberi kontrak kegiatan sehari-hari untuk mengawasi aktivitas mereka.

 

Soal 10:* Berapa banyak pasien yang berobat setiap hari di Rumah Sakit Jiwa Daerah dr. Arif Zainudin Surakarta?

 

A. Lebih dari 35 pasien.

B. 35 pasien.

C. Kurang dari 35 pasien.

D. Tidak ada yang tahu jumlahnya.

E. Sekitar 2 pasien.

 

Jawaban:* E. Sekitar 2 pasien.

 

Pembahasan:* Teks menyebutkan bahwa sekitar 1-2 anak berobat setiap hari di Rumah Sakit Jiwa Daerah dr. Arif Zainudin Surakarta.

 

Soal 11:* Apa yang menjadi perhatian dalam teks ini?

 

A. Kenaikan suhu di Surakarta.

B. Peningkatan jumlah pasien di RSJD dr. Arif Zainudin Surakarta.

C. Tahun ajaran baru.

D. Pekerjaan Aliyah Himawati.

E. Fenomena cuaca ekstrem.

 

Jawaban:* B. Peningkatan jumlah pasien di RSJD dr. Arif Zainudin Surakarta.

 

Pembahasan:* Teks membahas tentang peningkatan jumlah pasien kecanduan ponsel di RSJD dr. Arif Zainudin Surakarta.

 

Soal 12:* Menurut teks, apa yang menjadi gejala kecanduan ponsel pada pasien?

 

A. Mereka tidak mau makan.

B. Mereka bermain gim ekstrem.

C. Mereka tidak pernah ke sekolah.

D. Semua jawaban di atas benar.

E. Mereka selalu membayar biaya pengobatan.

 

Jawaban:* D. Semua jawaban di atas benar.

 

Pembahasan:* Teks menyebutkan bahwa gejala kecanduan ponsel pada pasien meliputi tidak mau makan, bermain gim ekstrem, dan tidak pernah ke sekolah.

 

Soal 13:* Apa yang dilakukan pasien pertama kali dalam penanganan mereka di Rumah Sakit Jiwa Daerah dr. Arif Zainudin Surakarta?

 

A. Mereka menjalani terapi perilaku.

B. Mereka harus mengakui kecanduan mereka terlebih dahulu.

C. Mereka diberi obat.

D. Mereka diizinkan bermain gim selama mereka mau.

E. Mereka harus membayar biaya pengobatan terlebih dahulu.

 

Jawaban:* B. Mereka harus mengakui kecanduan mereka terlebih dahulu.

 

Pembahasan:* Teks menyatakan bahwa langkah pertama dalam penanganan pasien adalah mereka harus mengakui bahwa mereka kecanduan ponsel.

 

Soal 14:* Apa yang dilakukan sebagai langkah farmakoterapi dalam penanganan pasien kecanduan ponsel?

 

A. Pasien diberi kontrak kegiatan sehari-hari.

B. Pasien diizinkan menggunakan ponsel selama dua jam sehari.

C. Pasien harus mengakui kecanduan mereka.

D. Pasien diberi obat.

E. Pasien menjalani terapi perilaku.

 

Jawaban:* D. Pasien diberi obat.

 

Pembahasan:* Teks menyebutkan bahwa langkah farmakoterapi adalah memberikan obat kepada pasien.

 

Soal 15:* Apa yang disarankan oleh Aliyah Himawati sebagai langkah pencegahan kepada orang tua?

 

A. Memberikan ponsel kepada anak sejak dini.

B. Mendukung kecanduan ponsel anak-anak.

C. Mengenalkan anak-anak pada wifi gratis di sekolah.

D. Menjauhkan ponsel dari anak sejak dini.

E. Tidak peduli dengan kecanduan ponsel anak-anak.

 

Jawaban:* D. Menjauhkan ponsel dari anak sejak dini.

 

Pembahasan:* Aliyah Himawati mengimbau orang tua untuk menjauhkan ponsel dari anak sejak dini sebagai langkah pencegahan.

 

Soal 16:* Apa yang dimaksud dengan "gim ekstrem" dalam teks?

 

A. Olahraga ekstrem yang dilakukan oleh anak-anak.

B. Aktivitas fisik yang ekstrem.

C. Permainan video yang sangat menarik.

D. Kegiatan berbahaya yang dilakukan oleh anak-anak.

E. Bentuk olahraga yang hanya dapat dilakukan di sekolah.

 

Jawaban:* C. Permainan video yang sangat menarik.

 

Pembahasan:* Dalam konteks teks, "gim ekstrem" mengacu pada permainan video yang sangat menarik dan membuat anak-anak kecanduan.

 

Soal 17:Menurut Aliyah Himawati, apa yang terjadi pada cairan otak atau kerja saraf pasien kecanduan ponsel?

 

A. Cairan otak mereka menjadi lebih seimbang.

B. Cairan otak mereka menguap.

C. Cairan otak atau kerja saraf mereka menjadi tidak seimbang.

D. Kerja saraf mereka meningkat.

E. Cairan otak mereka menjadi tidak aktif.

 

Jawaban: C. Cairan otak atau kerja saraf mereka menjadi tidak seimbang.

 

Pembahasan: Aliyah Himawati menyatakan bahwa kecanduan ponsel dapat membuat cairan otak atau kerja saraf menjadi tidak seimbang.

 

Soal 18: Apa yang menjadi tujuan pasien menjalani terapi perilaku?

 

A. Membuat pasien lebih santai.

B. Meningkatkan dosis obat pasien.

C. Menilai efektivitas obat yang diberikan.

D. Membantu pasien mengakui kecanduan mereka.

E. Memberikan waktu lebih banyak untuk bermain gim.

 

Jawaban: D. Membantu pasien mengakui kecanduan mereka.

 

Pembahasan: Terapi perilaku bertujuan untuk membantu pasien mengakui kecanduan mereka.

 

Soal 19: Bagaimana pasien yang menjalani terapi perilaku diawasi?

 

A. Mereka diizinkan untuk bermain gim sebanyak yang mereka mau.

B. Mereka diizinkan menggunakan ponsel sepanjang hari

C. Mereka diberi kontrak kegiatan sehari-hari.

D. Mereka diizinkan menghindari pasien lain.

E. Mereka diizinkan tinggal di rumah mereka sendiri.*

 

 

Jawaban: C. Mereka diberi kontrak kegiatan sehari-hari.

 

Pembahasan: Pasien yang menjalani terapi perilaku diberi kontrak kegiatan sehari-hari untuk mengawasi aktivitas mereka.

 

Soal 20: Berapa banyak pasien yang berobat setiap hari di Rumah Sakit Jiwa Daerah dr. Arif Zainudin Surakarta?

 

A. Lebih dari 35 pasien.

B. 35 pasien.

C. Kurang dari 35 pasien.

D. Tidak ada yang tahu jumlahnya.

E. Sekitar 2 pasien.

 

Jawaban:* E. Sekitar 2 pasien.

 

Pembahasan: Teks menyebutkan bahwa sekitar 1-2 anak berobat setiap hari di Rumah Sakit Jiwa Daerah dr. Arif Zainudin Surakarta.

Monday 11 September 2023

Kumpulan soal bahasa Indonesia kelas X

 Bacalah teks berikut ini dengan cermat!

Perundungan Tanda Sayang

Pada saat jam istirahat, dua siswi SMA sedang asyik mengobrol di kantin.

Ani : Mar, aku itu paling malas kalau ada acara keluarga.

Maria : Loh, bukannya senang dapat ketemu banyak saudara? Lagi pula kan, banyak makanan.

Ani : Ih, makanan terus. Aku itu malas ketemu mereka.

Maria : Kok, bisa?

Ani : Soalnya, pastiibuku akan membanding-bandingkanku dengan saudara. Terus, bibi-bibi atau om-omku akan komentar macam-macam. Emangnya aku barang dagangan apa, dibanding-bandingkan dan dikomentari?

Maria : Itu artinya mereka perhatian, sayang sama kamu.

Ani : Sayang apanya? Kalau sayang itu didukung bukan dijatuhin.

Maria : Bener juga sih. Ya udah ah, nanti kamu jangan main ke rumahku lagi ya?

Ani : Loh, kenapa?

Maria : Soalnya, ibuku suka banding-bandingin aku sama kamu. Sebel tahu!


Pertanyaan 1

Apa yang dibahas dalam teks tersebut?

A. Perasaan Ani tentang makanan di acara keluarga.

B. Pengalaman Maria di rumahnya.

C. Percakapan dua siswi SMA tentang keluarga.

D. Perundungan di sekolah.

E. Perjalanan Ani dan Maria ke kantin.

 

Jawaban yang benar: C. Percakapan dua siswi SMA tentang keluarga.

 

Pertanyaan 2: Mengapa Ani merasa malas ketika ada acara keluarga?

 

A. Karena dia tidak suka makanan yang disajikan di acara keluarga.

B. Karena dia tidak ingin bertemu banyak saudara.

C. Karena dia merasa saudaranya tidak menyukainya.

D. Karena dia tidak memiliki saudara.

E. Karena dia tidak suka jam istirahat.

 

Jawaban yang benar: B. Karena dia tidak ingin bertemu banyak saudara.

 

Pertanyaan 3: Menurut Ani, apa yang membuatnya malas ketemu dengan saudaranya?

 

A. Karena saudaranya sering mengomentari penampilannya.

B. Karena saudaranya suka membanding-bandingkannya dengan yang lain.

C. Karena saudaranya tidak pernah perhatian padanya.

D. Karena saudaranya tidak suka makanan yang disajikan.

E. Karena saudaranya selalu mengundangnya ke rumah mereka.

Jawaban yang benar: B. Karena saudaranya suka membanding-bandingkannya dengan yang lain.

 

 

Pertanyaan 4: Apa yang diungkapkan Maria tentang perhatian dari keluarga?

A. Keluarga adalah sumber perhatian dan kasih sayang yang besar.

B. Keluarga hanya peduli dengan makanan.

C. Perhatian keluarga membuat Maria senang.

D. Perhatian keluarga hanya menjadi beban baginya.

E. Maria tidak tahu apa-apa tentang perhatian keluarga.

 

Jawaban yang benar: A. Keluarga adalah sumber perhatian dan kasih sayang yang besar.

 

Pertanyaan 5: Mengapa Ani merasa tidak senang ketika saudaranya membanding-bandingkannya?

A. Karena saudaranya hanya mengomentari penampilannya.

B. Karena saudaranya selalu memuji Ani.

C. Karena saudaranya sering membandingkannya dengan orang lain.

D. Karena saudaranya tidak memberikan perhatian padanya.

E. Karena saudaranya tidak suka makanan di acara keluarga.

 

Jawaban yang benar: C. Karena saudaranya sering membandingkannya dengan orang lain.

 

 

Pertanyaan 6: Apa yang diungkapkan Maria tentang ibunya?

A. Ibunya suka mengomentari penampilan Maria.

B. Ibunya tidak pernah membanding-bandingkan Maria dengan Ani.

C. Ibunya suka membanding-bandingkan Maria dengan Ani.

D. Ibunya suka membanding-bandingkan Maria dengan saudaranya sendiri.

E. Ibunya tidak suka Maria main ke rumah Ani.

Jawaban yang benar: C. Ibunya suka membanding-bandingkan Maria dengan Ani.

 

 

Pertanyaan 7: Apa tanggapan Maria terhadap perasaan Ani tentang acara keluarga?

 

A. Maria tidak memahami perasaan Ani.

B. Maria merasa Ani harus bersyukur memiliki keluarga yang peduli.

C. Maria setuju dengan perasaan Ani dan juga merasa demikian.

D. Maria mengundang Ani ke rumahnya untuk menghindari perbandingan.

E. Maria berencana untuk mengubah perasaan Ani tentang keluarganya.

 

Jawaban yang benar: C. Maria setuju dengan perasaan Ani dan juga merasa demikian.

 

 

 

 

 

Pertanyaan 8: Bagaimana Maria merespons perbandingan yang sering dilakukan ibunya?

A. Maria senang karena ibunya selalu membandingkannya dengan Ani.

B. Maria tidak peduli dengan perbandingan yang dilakukan ibunya.

C. Maria merasa kesal dan tidak suka dengan perbandingan itu.

D. Maria merasa terhormat karena ibunya membandingkannya.

E. Maria mengundang Ani ke rumahnya untuk menghindari perbandingan.

 

Jawaban yang benar: C. Maria merasa kesal dan tidak suka dengan perbandingan itu.

 

 

Pertanyaan 9: Apa kesimpulan yang dapat diambil dari percakapan antara Ani dan Maria?

A. Ani sangat senang bertemu saudara-saudaranya.

B. Maria lebih suka ketemu saudara-saudaranya daripada Ani.

C. Ani dan Maria memiliki pandangan yang sama tentang keluarga.

D. Ani merasa malas ketika ada acara keluarga karena perbandingan yang sering dilakukan.

E. Maria merasa tidak suka dengan keluarganya.

 

Jawaban yang benar: D. Ani merasa malas ketika ada acara keluarga karena perbandingan yang sering dilakukan.

 

Pertanyaan 10: Apa yang ingin Maria lakukan terkait perbandingan yang dilakukan oleh ibunya?

A. Maria ingin mengundang Ani ke rumahnya.

B. Maria ingin meminta ibunya agar tidak lagi membandingkannya dengan Ani.

C. Maria ingin menjauh dari keluarganya.

D. Maria ingin mengubah perasaan Ani tentang keluarganya.

E. Maria tidak ingin melakukan apa-apa terkait perbandingan tersebut.

 

Jawaban yang benar: B. Maria ingin meminta ibunya agar tidak lagi membandingkannya dengan Ani.

 


Kumpulan soal bahasa Indonesia kelas X

 Bacalah teks berikut ini dengan cermat!


Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Bioscience menyatakan kunang-kunang menghadapi ancaman kepunahan.



Berikut ini analisis pola kalimat tersebut yang benar adalah ….

A. Subjek dalam kalimat tersebut adalah “Penelitian," yang merupakan inti kalimat dan berfungsi sebagai subjek utama yang melakukan tindakan atau menyatakan sesuatu.


B. Predikat adalah kata kerja yang menunjukkan tindakan atau pernyataan yang dilakukan oleh subjek. Di dalam kalimat ini, predikatnya adalah "yang diterbitkan," yang mengindikasikan bahwa penelitian tersebut melakukan pernyataan.


C.   Predikat adalah kata kerja yang menunjukkan tindakan atau pernyataan yang dilakukan oleh subjek. Di dalam kalimat ini, predikatnya adalah "yang diterbitkan dalam jurnal," yang mengindikasikan bahwa penelitian tersebut melakukan pernyataan.


D.   Predikat adalah kata kerja yang menunjukkan tindakan atau pernyataan yang dilakukan oleh subjek. Di dalam kalimat ini, predikatnya adalah "yang diterbitkan dalam jurnal Biosciece," yang mengindikasikan bahwa penelitian tersebut melakukan pernyataan.


E.    Objek adalah apa yang menjadi fokus tindakan atau pernyataan dalam kalimat. Dalam kalimat ini, objeknya adalah "ancaman kepunahan," yang merupakan informasi yang disampaikan oleh penelitian tersebut. Kalimat ini mengungkapkan bahwa penelitian tersebut menyatakan bahwa kunang-kunang menghadapi ancaman kepunahan.

 

Kunci: A

 

Pembahasan:

 

Dalam kalimat "Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Bioscience menyatakan kunang-kunang menghadapi ancaman kepunahan," Anda dapat mengidentifikasi subjek, predikat, dan objek sebagai berikut:

 

1. *Subjek*: "Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Bioscience"

   - Subjek ini adalah "Penelitian," yang merupakan inti kalimat dan berfungsi sebagai subjek utama yang melakukan tindakan atau menyatakan sesuatu.

 

2. *Predikat*: "menyatakan"

   - Predikat adalah kata kerja yang menunjukkan tindakan atau pernyataan yang dilakukan oleh subjek. Di dalam kalimat ini, predikatnya adalah "menyatakan," yang mengindikasikan bahwa penelitian tersebut melakukan pernyataan.

 

3. *Objek*: "kunang-kunang menghadapi ancaman kepunahan"

   - Objek adalah apa yang menjadi fokus tindakan atau pernyataan dalam kalimat. Dalam kalimat ini, objeknya adalah "kunang-kunang menghadapi ancaman kepunahan," yang merupakan informasi yang disampaikan oleh penelitian tersebut. Kalimat ini mengungkapkan bahwa penelitian tersebut menyatakan bahwa kunang-kunang menghadapi ancaman kepunahan.

 

Jadi, secara keseluruhan, subjeknya adalah "Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Bioscience," predikatnya adalah "menyatakan," dan objeknya adalah "kunang-kunang menghadapi ancaman kepunahan."


Saturday 9 September 2023

Kiat Sukses Masuk UGM/Universitas Gadjah Mada

Kiat Sukses Masuk UGM/Universitas Gadjah Mada



Universitas Gadjah Mada (UGM) adalah salah satu universitas terkemuka di Indonesia yang telah menjadi impian banyak siswa di seluruh negeri. Masuk ke UGM adalah langkah besar menuju masa depan yang cerah dan penuh potensi. Tetapi, perjalanan ini tidak mudah, dan membutuhkan persiapan yang matang. Artikel ini akan memberikan Anda panduan dan kiat untuk berhasil masuk ke UGM, perguruan tinggi bergengsi ini.


1. Memahami Syarat dan Ketentuan Pendaftaran


Langkah pertama yang perlu Anda lakukan adalah memahami syarat dan ketentuan pendaftaran UGM dengan cermat. Informasi ini biasanya dapat ditemukan di situs web resmi UGM atau dalam brosur penerimaan mahasiswa baru. Memahami persyaratan ini akan membantu Anda mempersiapkan diri dengan lebih baik.


2. Pilih Jurusan yang Sesuai dengan Minat dan Bakat Anda


UGM memiliki beragam jurusan dan fakultas yang dapat Anda pilih. Penting untuk memilih jurusan yang sesuai dengan minat, passion, dan bakat Anda. Pilihlah bidang studi yang akan membawa Anda lebih dekat dengan tujuan karir Anda di masa depan.


3. Peroleh Nilai Rapor yang Tinggi


Nilai rapor sekolah Anda memiliki peran penting dalam proses seleksi. Upayakan untuk mendapatkan nilai yang tinggi dan capai prestasi akademik yang gemilang. Ini akan meningkatkan peluang Anda untuk diterima di UGM.


4. Siapkan Diri untuk Ujian Seleksi Nasional (USN)


UGM seringkali menggunakan Ujian Seleksi Nasional (USN) sebagai salah satu tahap seleksi. Persiapkan diri Anda dengan baik untuk menghadapi USN ini. Anda dapat menggunakan buku panduan dan sumber belajar yang tersedia untuk memahami jenis soal yang mungkin muncul dalam ujian ini.


5. Kuasai Kemampuan Bahasa Inggris


Kemampuan bahasa Inggris yang baik seringkali menjadi salah satu persyaratan penerimaan di UGM. Latihan soal-soal TOEFL atau IELTS dapat membantu Anda meraih nilai yang baik dalam tes bahasa Inggris.


6. Siapkan Dokumen Lainnya dengan Baik


Pastikan Anda memiliki semua dokumen yang diperlukan, seperti kartu identitas, ijazah, transkrip nilai, dan dokumen-dokumen lain yang mungkin diminta oleh UGM. Kesiapan dalam hal ini sangat penting.


7. Berpartisipasi dalam Kegiatan Ekstrakurikuler


Selain prestasi akademik, UGM juga menghargai siswa yang aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler. Menunjukkan partisipasi Anda dalam kegiatan di luar akademik dapat meningkatkan peluang Anda untuk diterima.


8. Tetapkan Target Wawancara


Beberapa program studi di UGM mungkin mengadakan wawancara sebagai bagian dari seleksi. Persiapkan diri Anda secara baik untuk menghadapi wawancara ini dengan percaya diri dan pengetahuan yang memadai.


9. Penuhi Deadline Pendaftaran


Pastikan Anda mengikuti petunjuk pendaftaran dengan cermat dan mengirimkan berkas Anda sebelum batas waktu yang ditentukan. Jangan biarkan kelalaian administratif menghambat impian Anda.


10. Pertahankan Keseimbangan Mental


Proses seleksi ke perguruan tinggi bisa sangat menegangkan. Pertahankan keseimbangan mental Anda dengan menjaga kesehatan dan mengelola stres dengan baik. Ini akan membantu Anda tampil lebih baik dalam seluruh tahap seleksi.


11. Selalu Update Informasi Terbaru


Selalu pantau informasi terbaru yang diberikan oleh UGM melalui situs web resmi mereka atau media sosial. Perubahan dalam prosedur pendaftaran atau persyaratan bisa terjadi, jadi pastikan Anda selalu terinformasi.


Dengan mengikuti kiat-kiat di atas, Anda akan memiliki peluang yang lebih baik untuk berhasil masuk ke UGM. Ingatlah bahwa perjalanan ini mungkin tidak mudah, tetapi dengan tekad dan persiapan yang matang, pintu gerbang ilmu dan prestasi di UGM bisa terbuka untuk Anda. Selamat mengikuti impian Anda menuju UGM!

Wednesday 6 September 2023

Kunang-Kunang yang Perlahan Menghilang

Kunang-Kunang yang Perlahan Menghilang


Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Bioscience menyatakan kunang-kunang menghadapi ancaman kepunahan. Ada beberapa faktor yang menyebabkan serangga ini terancam punah.


Penyebab pertama kepunahan kunang-kunang adalah hilangnya habitat hidup kunang-kunang. Kunang-kunang menderita karena habitat yang menjadi tempat untuk menyelesaikan siklus hidupnya telah menghilang. Misalnya, kunang-kunang Malaysia (Pteroptyx tener), yang terkenal karena panjangnya, harus kehilangan habitatnya untuk berkembang biak di kawasan bakau karena di konversi menjadi perkebunan sawit dan pertanian budidaya.


Dalam penelitian lain juga disebutkan bahwa polusi cahaya menjadi penyebab kedua terbesar punahnya kunang-kunang. Penggunaan cahaya buatan pada malam hari, yang semakin marak selama seabad terakhir, adalah ancaman paling serius kedua bagi kunang-kunang. Banyak kunang-kunang mengandalkan bioluminescence, reaksi kimia didalam tubuh mereka yang memungkinkan untuk menyala saat menemukan dan menarik pasangan. Banyaknya cahaya buatan dapat mengganggu fase ini.


Penelitian juga mencatat, tingkat kecerahan di bumi mengalami peningkatan sebesar 23 persen. Selain itu, Avalon Owens, seorang kandidat PhD dalam biologi di Universitas Tufts, menyampaikan bahwa polusi cahaya benar-benar mengacaukan ritual kawin kunang-kunang yang berdampak kepada regenerasi kunang-kunang.


Penggunaan insektisida juga berperan dalam penurunan populasi kunang-kunang. Profesor biologi dari Universitas Sussex, Dave Goulson mengatakan hilangnya habitat menjadi faktor paling utama yang mendorong kepunahan kunang-kunang, sedangkan pestisida adalah faktor sekunder yang tidak bisa di kesampingkan.


Selain tiga faktor itu, pariwisata juga memicu kepunahan kunang- kunang. Di Jepang, Taiwan, dan Malaysia misalnya, meningkatnya angka wisatawan yang mencapai 200 ribu pengunjung membuat populasi kunang-kunang menurun. Di Thailand, peneliti juga mengatakan bahwa lalu lintas perahu motor di sepanjang sungai bakau telah menumbangkan pohon dan mengikis tepi sungai dan menghancurkan habitat kunang-kunang. Sementara spesies yang tidak dapat terbang di injak-injak oleh wisatawan di Carolina Utara dan Nanacampila di Meksiko.


(Diadaptasi dari: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20200204163021-199-471585/habitat-hilang-kunang-kunang-di-ambang-kepunahan)



Berikut adalah 10 soal pilihan ganda matapelajaran bahasa Indonesia beserta kunci jawaban dan pembahasannya:


**Soal 1:** Apa yang menjadi salah satu penyebab utama kepunahan kunang-kunang?


A. Polusi air

B. Polusi suara

C. Polusi cahaya

D. Penggunaan insektisida

E. Perubahan iklim


**Kunci Jawaban 1:** C. Polusi cahaya


**Pembahasan 1:** Teks menyebutkan bahwa polusi cahaya adalah salah satu penyebab kepunahan kunang-kunang. 


---


**Soal 2:** Faktor apa yang paling utama mendorong kepunahan kunang-kunang?


A. Penggunaan insektisida

B. Polusi cahaya

C. Hilangnya habitat

D. Pariwisata

E. Perubahan iklim


**Kunci Jawaban 2:** C. Hilangnya habitat


**Pembahasan 2:** Menurut teks, hilangnya habitat adalah faktor paling utama yang mendorong kepunahan kunang-kunang.


---


**Soal 3:** Apa yang dimaksud dengan bioluminescence yang disebutkan dalam teks?


A. Kemampuan kunang-kunang untuk berbicara

B. Kemampuan kunang-kunang untuk terbang

C. Kemampuan kunang-kunang untuk menyala

D. Kemampuan kunang-kunang untuk berenang

E. Kemampuan kunang-kunang untuk bersembunyi


**Kunci Jawaban 3:** C. Kemampuan kunang-kunang untuk menyala


**Pembahasan 3:** Bioluminescence adalah kemampuan kunang-kunang untuk menghasilkan cahaya.


---


**Soal 4:** Apa yang menjadi penyebab utama hilangnya habitat kunang-kunang di Malaysia, seperti yang disebutkan dalam teks?


A. Konversi habitat menjadi perkebunan sawit

B. Polusi cahaya

C. Penggunaan insektisida

D. Peningkatan pariwisata

E. Perubahan iklim


**Kunci Jawaban 4:** A. Konversi habitat menjadi perkebunan sawit


**Pembahasan 4:** Teks menyebutkan bahwa kunang-kunang Malaysia kehilangan habitatnya karena konversi menjadi perkebunan sawit.


---


**Soal 5:** Apa yang dimaksud dengan "regenerasi kunang-kunang" yang disebutkan dalam teks?


A. Kemampuan kunang-kunang untuk memperbaiki habitatnya

B. Kemampuan kunang-kunang untuk bertahan hidup dalam cuaca buruk

C. Kemampuan kunang-kunang untuk menyala

D. Kemampuan kunang-kunang untuk berbicara

E. Kemampuan kunang-kunang untuk berkembang biak


**Kunci Jawaban 5:** E. Kemampuan kunang-kunang untuk berkembang biak


**Pembahasan 5:** Regenerasi kunang-kunang merujuk pada kemampuan mereka untuk berkembang biak.


---


**Soal 6:** Apa yang dimaksud dengan "peningkatan angka wisatawan" yang disebutkan dalam teks?


A. Penyebab polusi cahaya

B. Konversi habitat menjadi perkebunan sawit

C. Lonjakan jumlah kunang-kunang

D. Bertambahnya populasi kunang-kunang

E. Peningkatan jumlah pengunjung wisata


**Kunci Jawaban 6:** E. Peningkatan jumlah pengunjung wisata


**Pembahasan 6:** Dalam konteks teks, "peningkatan angka wisatawan" merujuk pada bertambahnya jumlah pengunjung wisata.


---


**Soal 7:** Apa yang menjadi dampak buruk dari lalu lintas perahu motor di sepanjang sungai bakau, seperti yang disebutkan dalam teks?


A. Peningkatan populasi kunang-kunang

B. Merusak pohon dan tepi sungai

C. Mengurangi polusi cahaya

D. Memperbaiki habitat kunang-kunang

E. Meningkatkan populasi wisatawan


**Kunci Jawaban 7:** B. Merusak pohon dan tepi sungai


**Pembahasan 7:** Teks menyebutkan bahwa lalu lintas perahu motor dapat merusak pohon dan tepi sungai, menghancurkan habitat kunang-kunang.


---


**Soal 8:** Apa yang menjadi penyebab utama kedua kepunahan kunang-kunang, seperti yang disebutkan dalam teks?


A. Peningkatan populasi kunang-kunang

B. Polusi air

C. Penggunaan cahaya buatan pada malam hari

D


. Konversi habitat menjadi perkebunan sawit

E. Perubahan iklim


**Kunci Jawaban 8:** C. Penggunaan cahaya buatan pada malam hari


**Pembahasan 8:** Menurut teks, penggunaan cahaya buatan pada malam hari adalah penyebab utama kedua kepunahan kunang-kunang.


---


**Soal 9:** Apa yang dimaksud dengan "polusi cahaya" dalam teks?


A. Pencemaran udara akibat asap pabrik

B. Pencemaran sungai akibat limbah industri

C. Pencemaran tanah oleh pestisida

D. Pencemaran alam oleh sampah plastik

E. Pencemaran lingkungan oleh cahaya buatan


**Kunci Jawaban 9:** E. Pencemaran lingkungan oleh cahaya buatan


**Pembahasan 9:** Polusi cahaya merujuk pada cahaya buatan yang mengganggu lingkungan alam.


---


**Soal 10:** Apa yang dapat kita simpulkan dari teks ini?


A. Polusi cahaya tidak memiliki dampak signifikan pada kunang-kunang.

B. Habitat kunang-kunang tidak perlu dilindungi.

C. Penggunaan insektisida adalah faktor utama kepunahan kunang-kunang.

D. Hilangnya habitat dan polusi cahaya merupakan ancaman serius bagi kunang-kunang.

E. Pariwisata adalah penyebab utama peningkatan populasi kunang-kunang.


**Kunci Jawaban 10:** D. Hilangnya habitat dan polusi cahaya merupakan ancaman serius bagi kunang-kunang.


**Pembahasan 10:** Teks menyatakan bahwa hilangnya habitat dan polusi cahaya adalah dua faktor utama yang mengancam kunang-kunang.